AI hanya Bisa untuk Curhat Ringan, bukan Konseling Medis

5 hours ago 5
AI hanya Bisa untuk Curhat Ringan, bukan Konseling Medis AI tidak bisa menggantikan konseling profesional.(Dok. Magnific)

IKATAN Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan masyarakat bahwa penggunaan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam isu kesehatan mental memiliki batasan yang sangat ketat. Meski marak digunakan sebagai tempat meluapkan isi hati, AI dinilai hanya efektif untuk menangani kondisi psikologis yang tergolong ringan.

Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Tumbuh Kembang dan Pediatri Sosial IDAI, Angga Wirahmadi, menegaskan bahwa teknologi AI belum mampu menggantikan peran tenaga medis profesional. Menurutnya, AI tidak memiliki kapasitas untuk melakukan intervensi medis yang mendalam.

"Fungsi AI ini biasanya hanya untuk memberikan respons penenangan, tapi bukan untuk edukasi, bukan untuk konseling, dan bukan untuk mengubah perilaku orang yang mengalami kendala," ujar Angga dalam seminar media, Selasa (21/7).

Angga menjelaskan bahwa AI masih bisa diandalkan untuk meredakan kecemasan harian, seperti rasa gugup sebelum ujian. Dalam konteks tersebut, AI dapat memberikan empati dasar dan tips praktis. Namun, ia menekankan bahwa peran teknologi ini berhenti pada tahap penenangan awal saja.

Lebih lanjut, Angga memperingatkan bahwa AI tidak memiliki kewenangan medis untuk melakukan diagnosis maupun memberikan intervensi kognitif. Oleh karena itu, masyarakat didorong untuk tetap mengutamakan layanan konseling dari psikolog atau psikiater profesional, yang kini banyak tersedia secara daring melalui organisasi resmi.

Peringatan ini menjadi relevan mengingat adanya risiko keselamatan pengguna akibat ketergantungan pada AI. Salah satu kasus yang disorot adalah insiden tragis remaja di Amerika Serikat, Adam Raine, pada April 2025. Pihak keluarga mengklaim adanya keterlibatan interaksi AI yang memberikan informasi berbahaya terkait tindakan fatal.

IDAI menegaskan bahwa pendampingan langsung dari tenaga ahli tetap menjadi opsi utama yang paling aman. AI tidak memiliki kontrol keselamatan medis maupun kapasitas emosional sungguhan untuk menangani kasus kesehatan mental yang kompleks. (Z-10)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |