AS Hancurkan Kapal Iran yang Coba Curi Drone di Selat Hormuz

2 hours ago 8
AS Hancurkan Kapal Iran yang Coba Curi Drone di Selat Hormuz Selat Hormuz.(Al Jazeera)

MILITER Amerika Serikat (AS) dilaporkan menghancurkan dua kapal kecil milik Iran pada Senin (14/9) waktu setempat. Langkah tegas ini diambil setelah Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mencoba menyita drone angkatan laut AS yang sedang berpatroli di Selat Hormuz.

Insiden luar biasa itu menyoroti upaya memulihkan lalu lintas pelayaran normal di Selat Hormuz terus memicu konfrontasi langsung dengan Iran. Awalnya, militer AS tidak mengungkapkan serangan tersebut, sementara media Iran menyajikannya sebagai serangan drone terhadap kapal nelayan.

Kronologi Kejadian di Selat Hormuz

Menurut laporan media Iran, dua kapal tersebut dihantam di lepas pantai kota pelabuhan Kargan dan dekat Pulau Larak di provinsi Hormozgan. Ahmad Nafisi, wakil gubernur provinsi tersebut untuk urusan keamanan, mengaitkan serangan itu dengan militer AS dan menyatakan bahwa sejumlah orang dilaporkan hilang.

Namun, pejabat AS memberikan rincian berbeda di balik layar. Pejabat tersebut menyatakan bahwa IRGC menggunakan kapal-kapal itu untuk mencoba menangkap drone laut (unmanned surface vessel) yang digunakan AS untuk memantau Selat Hormuz. Setelah pasukan AS mengidentifikasi upaya pencurian tersebut, satu drone Amerika menembakkan dua rudal ke arah kapal-kapal Iran, menghancurkannya, dan menewaskan sebagian besar orang di dalamnya.

Juru bicara Komando Pusat AS (Centcom), Kapten Tim Hawkins, mengonfirmasi upaya penyitaan tersebut. "Kapal kecil Iran baru-baru ini mencoba mengambil alih kapal permukaan tak berawak AS, tetapi mereka tidak berhasil setelah Centcom merespons dengan keras," ujarnya. Ia menegaskan bahwa drone permukaan tersebut tetap berada di bawah kendali operasional AS.

Upaya Pengamanan Jalur Minyak Dunia

Insiden itu terjadi di tengah upaya AS untuk melindungi peningkatan lalu lintas komersial melalui Selat Hormuz. Soalnya, aliran minyak masih berada di bawah level sebelum perang. Berikut beberapa poin penting terkait situasi terkini di jalur tersebut:

  • Transit Siang Hari: Militer AS dan negara-negara Teluk mulai melakukan transit kapal tanker pada siang hari, tidak lagi hanya pada malam hari seperti bulan-bulan sebelumnya.
  • Peningkatan Volume: Arab Saudi secara signifikan meningkatkan jumlah tanker minyak yang dikirim melalui selat ini seiring eskalasi pertempuran dengan Houthi di Laut Merah.
  • Pembersihan Ranjau: Pasukan AS memperluas bagian jalur pelayaran tengah yang dibersihkan dari ranjau.

Data dan Statistik Pelayaran

Berdasarkan data yang dihimpun, rata-rata 40 kapal kini melintasi Selat Hormuz setiap hari di bawah bimbingan dan perlindungan militer AS. Sekitar 14 juta barel minyak diekspor melalui jalur air ini setiap hari.

Selain minyak mentah, selama seminggu terakhir, beberapa tanker yang membawa gas alam cair (LNG) dan gas petroleum cair (LPG) juga terpantau berhasil melintasi selat tersebut dengan aman di bawah pengawasan ketat.

Catatan Redaksi: Konfrontasi ini menandai titik panas baru dalam hubungan AS-Iran di wilayah perairan strategis, yang berdampak langsung pada stabilitas harga energi global. (Axios/I-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |