Kondisi karhutla di IKN.(Dok Polsek Sepaku)
KEBAKARAN hutan dan lahan atau Karhutla kembali membara di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kampung Dayak Bukit Tengkorak, Desa Suko Mulyo, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur (Kaltim). Kejadian ini hanya sehari setelah kunjungan Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni ke wilayah IKN pada Senin (14/9).
Tim gabungan langsung bergegas dikerahkan menuju lokasi Karhutla tersebut, pada Selasa (15/9) sore. Upaya pemadaman dilakukan dengan cara manual menggunakan dahan pohon dan jet shooter, pasalnya sebagian besar akses menuju ke lokasi tidak bisa dilakukan mobil pemadam kebakaran (Damkar) kecuali lokasi yang dekat dengan jalan.
Kapolsek Sepaku, AKP Syarifuddin mengungkapkan, lokasi kebakaran tidak jauh dari lokasi yang dikunjungi Menhut, Raja Juli Antoni dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto Senin kemarin.
“Alhamdulillah api yang di pinggir jalan sudah berhasil dipadamkan, dan sedang proses pendinginan. Hanya yang lokasi Karhutla di dalam hutan tidak bisa dijangkau oleh selang Damkar Sepaku,” ujarnya.
Dibeberkannya, api mulai muncul diperkirakan pada pukul 15.30 Wita dan hingga pukul 20.34 Wita pemadaman masih dilakukan pada satu titik lagi dengan lokasi berada di dalam hutan. Seluruh tim harus berjalan kaki menuju lokasi karena sulit dijangkau oleh mobil Damkar.
Sementara, pada Selasa (15/9), terdapat empat titik api karhutla. Tim membagi tugas masing-masing, satu titik ditangani oleh Damkar Otorita IKN, satu titik dipadamkan warga dan dua titik lagi dipadamkan oleh personel Polsek Sepaku, Damkar Sepaku dibantu mobil water tank dar Otorita IKN.
”Total lahan terbakar diperkirakan mencapai 10 hektare, berada tidak jauh dari lokasi titik karhutla yang dikunjungi bapak Menhut dan Kepala BNPB,” sebutnya.
Ia mengungkapkan, material yang terbakar berupa semak belukar dan daun, karena kondisi kering sehingga mudah terbakar serta merembet ke lainnya, sehingga akhirnya api meluas dan membesar.
Selain itu api juga membakar satu pondok milik warga yang letaknya dekat di pinggir jalan.
”Untuk penyebab terjadinya karhutla masih dalam penyelidikan polisi dan lokasi semua berada di hutan merembet hingga ke pinggir jalan tetapi bisa kami padamkan,” sebutnya. (EM/E-4)


















































