Ilustrasi(Magnific)
SENGATAN ubur-ubur kotak (box jellyfish) dikenal sebagai salah satu yang paling berbahaya di dunia karena mengandung racun mematikan yang sanggup menghentikan detak jantung manusia dalam hitungan menit. Di tengah ancaman tersebut, uji coba laboratorium terbaru menemukan bahwa obat pengencer darah yang umum digunakan, yaitu heparin, terbukti mampu memblokir serangan racun ubur-ubur tersebut.
Meski demikian, masyarakat dan para wisatawan pantai harus bersabar. Penawar racun berbentuk obat pengencer darah ini belum bisa langsung digunakan sebagai penanganan darurat di pesisir pantai.
Riset yang dipimpin oleh tim peneliti internasional ini memanfaatkan teknologi penyuntingan gen CRISPR untuk mengidentifikasi bagaimana racun ubur-ubur kotak menyerang sel-sel tubuh manusia. Dalam pengujian tersebut, peneliti menemukan bahwa racun ubur-ubur membutuhkan komponen gula tertentu di dalam tubuh manusia yang disebut heparan sulfate agar bisa mengikat dan menghancurkan sel.
Berdasarkan temuan mekanisme tersebut, para ilmuwan menguji obat heparin, yang memiliki struktur molekul mirip dengan heparan sulfate, untuk bertindak sebagai umpan pengalih. Hasil pengujian di laboratorium menunjukkan ketika heparin disuntikkan atau dipaparkan, molekul racun akan terikat pada obat tersebut alih-alih menyerang sel tubuh. Langkah ini berhasil menghentikan kerusakan jaringan serta menetralkan dampak mematikan dari racun ubur-ubur.
Namun, terdapat alasan medis kuat mengapa heparin belum dapat dijadikan obat pertolongan pertama di area pantai. Heparin pada dasarnya adalah obat resep antikoagulan yang dirancang untuk mencegah pembekuan darah. Jika obat ini diaplikasikan secara sembarangan atau disuntikkan oleh orang yang bukan tenaga medis profesional di tempat umum, heparin dapat memicu risiko pendarahan hebat yang membahayakan jiwa korban.
Selain itu, racun ubur-ubur kotak bereaksi sangat cepat merusak jaringan tubuh dan sistem kardiovaskular. Agar heparin berfungsi efektif menetralkan racun, obat tersebut harus disuntikkan secara tepat waktu ke area yang terpapar racun atau aliran darah sebelum kerusakan permanen terjadi.
Saat ini, para peneliti terus berupaya mengembangkan formula turunan heparin yang aman digunakan sebagai obat luar atau semprotan topikal tanpa menimbulkan efek samping pendarahan. Hingga pengujian klinis lanjutan selesai dan mendapatkan izin resmi, penanganan utama untuk sengatan ubur-ubur di pantai masih mengandalkan pertolongan pertama standar, seperti membilas area sengatan dengan cuka untuk menghentikan pelepasan racun dari sel penyengat (nematosit) serta segera mencari bantuan medis darurat. (Earth/Z-2)


















































