Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Jago Tbk. (ARTO) berbicara mengenai peluang pelepasan (spin off) Jago Syariah. Bank digital itu mengakui memiliki keinginan untuk bertumbuh mencapai skala besar.
Namun, Head of Sharia Business Bank Jago Waasi Sumintardja mengatakan bahwa baik Bank Jago dan unit usaha syariah (UUS) miliknya masih sangat muda. Bank Jago berdiri pada tahun 2020, sementara Jago Syariah muncul setahun kemudian.
Waasi menyatakan bahwa pihaknya akan menaati ketentuan wajib spin off jika sudah memenuhi persyaratannya. Tetapi, fokus utama Jago Syariah adalah bertumbuh menjadi lebih besar.
"Karena kita masih baru 4 tahun masih bawang gitu ya," ujar Waasi saat media briefing di Kantor Pusat Bank Jago, Rabu (4/3/2026).
Menurutnya, menjadi besar itu bukan hanya mengacu pada jumlah aset, tapi juga dari jumlah pengguna dan kepuasannya.
"Bagi Jago dan Jago Syariah itu salah satu yang paling penting adalah pengguna dan kepuasan penggunanya. Karena kalau angkanya pasti ngikutin ya," tutur Waasi.
Ia menilai, pertumbuhan aset dan skala ukuran bank pasti akan mengikuti bila jumlah pengguna dan kepuasannya bertambah.
"Kami percaya pasti ngikutin, nyimpen dana lebih banyak memanfaatkan pembiayaan atau pinjaman lebih banyak, itu come later begitu mereka benar-benar percaya sama Jago dan Jago Syariah," ucap Waasi.
Adapun hingga Desember 2025, total pengguna Jago Syariah mencapai hampir 2,4 juta nasabah atau tumbuh 16,5% dibandingkan tahun sebelumnya.
Prinsip goal-based saving tercermin dari perilaku nasabah Jago Syariah yang memanfaatkan fitur Kantong untuk mengatur keuangan sesuai tujuan finansial, termasuk untuk ibadah, mulai dari zakat dan infak hingga umrah atau haji. Tercatat sebanyak lebih dari 40 ribu nasabah telah memulai perencanaan ibadah melalui Kantong Haji dan Kantong Umrah.
Waasi menambahkan bahwa Ramadan tahun ini terjadi pola transaksi yang unik dari pengguna Aplikasi Jago. Lebih dari 68% nasabah menunaikan zakat dan sedekah pada waktu subuh hingga dhuha, dan 53% dari transaksi sedekah ditujukan untuk memuliakan anak yatim piatu melalui fitur Jago Amal.
Sementara itu, laporan keuangan Bank Jago per September 2025 mencatatkan aset Jago Syariah mencapai Rp2,86 triliun. Sedangkan, total aset Bank Jago mencapai Rp34,49 triliun.
(fsd/fsd)
Addsource on Google

3 hours ago
1

















































