Begini Kondisi Jamaah Umrah Usai Status Red Alert Makkah Menurut Asphurindo

3 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Asosiasi Penyelenggara Haji dan Umrah Indonesia (Asphurindo) mengimbau jamaah umrah asal Indonesia tetap tenang menyikapi munculnya peringatan keamanan atau red alert di Makkah. Penyelenggara umrah diminta untuk terus memantau perkembangan situasi dan mengikuti informasi resmi dari otoritas Arab Saudi.

Imbauan tersebut disampaikan Sekretaris Jendral Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Penyelenggara Haji Umroh dan Inbound Indonesia (Asphurindo) Muhammad Iqbal Muhajir  menyusul laporan pertahanan udara Arab Saudi yang mencegat dan menghancurkan sebuah drone di selatan Makkah pada Selasa (15/9/2026)

Juru bicara Koalisi untuk pemulihan Legitimasi di Yaman, Mayor Jenderal Turki Al-Malki, sebelumnya mengklaim drone tersebut dicegat sekitar pukul 18.50 waktu setempat sebelum memasuki wilayah udara terlarang di kota Makkah. Tuduhan tersebut disanggah oleh kelompok bersenjata Houthi yang mengungkapkan, mereka tak akan menyerang situs-situs suci di Arab Saudi.

Di tengah situasi tersebut, Iqbal meminta masyarakat tidak langsung mengartikan peringatan keamanan sebagai tanda bahwa seluruh aktivitas di Makkah dihentikan. Dia menjelaskan, Asphurindo mencermati perkembangan tersebut dengan serius.

"Kami mengimbau masyarakat untuk melihat situasinya secara proposional dan berdasarkan informasi resmi,” ujar Iqbal saat diwawancara Republika pada Rabu (15/9/2026)

Berdasarkan pemantauan Asphurindo terhadap anggota dan tim yang berada di Arab Saudi,  dia mengatakan, secara umum jamaah Indonesia dalam kondisi baik. Menurut dia, aktivitas ibadah umrah masih berjalan.

“Sampai saat ini kami belum menerima laporan dari anggota kami mengenai gangguan signifikan terhadap pelaksanaan ibadah jamaah di Masjidil Haram maupun aktiVitas utama perjalanan umrah akibat kejadian tersebut,” kata dia.

Meski demikian, Iqbal menegaskan kondisi keamanan di kawasan tersebut bersifat dinamis. Karena itu, pemantauan terhadap perkembangan situasi tetap perlu dilakukan secara berkala.

Iqbal mengatakan munculnya pertanyaan dari jamaah dan keluarga merupakan hal yang wajar setelah informasi mengenai red alert Makkah beredar luas di media dan media sosial. Menurut dia, penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) memiliki tanggung jawab untuk memeberikan informasi yang benar kepada jamaah tanpa menimbulkan kepanikan.

“Jamaah perlu mendapatkan informasi berdasarkan sumber resmi, bukan hanya potongan video, pesan berantai, atau informasi media sosial yang belum diketahui kontek dan waktunya,”kata dia.

sumber : Mg-167

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |