Duka KMP Virgo Transport 8, Warga Binaan Rutan Surabaya Gelar Doa Bersama

2 hours ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Surabaya melaksanakan doa bersama bagi para korban dan keluarga yang terdampak musibah tenggelamnya KMP Virgo Transport 8 di Laut Jawa sebagai bentuk kepedulian kemanusiaan.

Kegiatan doa bersama dilaksanakan secara serentak di dua tempat ibadah di lingkungan Rutan Kelas I Surabaya, yakni Gereja Efesus bagi umat kristiani dan Masjid At-Taubah bagi umat Islam.

Doa bersama tersebut menjadi ruang bagi petugas maupun warga binaan untuk menyampaikan rasa duka sekaligus solidaritas kepada para korban. Musibah yang terjadi di laut itu dinilai tidak hanya menjadi duka bagi keluarga korban, tetapi juga menggerakkan kepedulian masyarakat dari berbagai lingkungan.

Kepala Rutan Kelas I Surabaya Tristiantoro Adi Wibowo mengatakan kegiatan tersebut berlangsung dengan penuh kekhidmatan. Seluruh peserta mengikuti doa dengan tertib sesuai dengan keyakinan masing-masing.

"Kegiatan berlangsung dengan penuh kekhidmatan dan menjadi momentum bagi keluarga besar Rutan Kelas I Surabaya untuk bersama-sama memanjatkan doa bagi saudara-saudara yang sedang menghadapi musibah," kata Tristiantoro di Surabaya, Rabu.

Menurut dia, kegiatan keagamaan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa rasa kemanusiaan dapat tumbuh di mana saja, termasuk di lingkungan pemasyarakatan. Kepedulian terhadap sesama menjadi nilai yang terus ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari di dalam rutan.

Di Gereja Efesus Rutan Kelas I Surabaya, kegiatan diikuti oleh seorang pejabat Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan, dua orang staf, serta 96 warga binaan pemasyarakatan (WBP) beragama kristiani.

Para peserta memanjatkan doa bagi korban yang meninggal maupun mereka yang masih terdampak musibah. Doa juga ditujukan kepada keluarga korban agar diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi situasi sulit.

Sementara itu, di Masjid At-Taubah Rutan Kelas I Surabaya, kegiatan diikuti oleh kepala rutan, tiga pejabat struktural, empat staf, lima peserta magang Kementerian Ketenagakerjaan, serta 124 WBP beragama Islam.

Doa bersama di masjid menjadi bagian dari ikhtiar spiritual keluarga besar rutan untuk memberikan dukungan moral kepada keluarga korban. Suasana hening dan khidmat menyertai rangkaian doa yang dipanjatkan secara bersama-sama.

Pelaksanaan kegiatan di dua tempat ibadah sekaligus juga mencerminkan semangat saling menghormati antarumat beragama. Meski doa dilakukan menurut tata cara masing-masing, kepedulian terhadap korban musibah menjadi titik temu seluruh peserta.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib dan khidmat. Doa bersama tersebut menjadi wujud empati dan kepedulian keluarga besar Rutan Kelas I Surabaya kepada para korban musibah, keluarga korban, serta seluruh pihak yang terdampak.

Bagi warga binaan, kegiatan semacam ini juga menjadi bagian dari pembinaan kepribadian melalui pendekatan keagamaan dan kemanusiaan. Mereka diajak untuk tidak hanya mengikuti kegiatan ibadah, tetapi juga menumbuhkan kepekaan terhadap kesulitan yang dialami orang lain.

sumber : Antara

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |