RSUP Tadjuddin Chalid Perkuat Tata Kelola Klaim Proaktif demi Ketahanan Finansial

3 hours ago 6

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR, – Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Tadjuddin Chalid Makassar, Sulawesi Selatan, melakukan penguatan tata kelola klaim proaktif sebagai strategi utama menjaga ketahanan finansial dan keberlanjutan pelayanan. Inovasi ini mengubah paradigma pengelolaan klaim dari yang semula retrospektif menjadi proaktif dan bersamaan dengan proses pelayanan pasien.

Direktur Operasional RSUP Tadjuddin Chalid Makassar, Angriany Rauf, di Makassar, Rabu, menjelaskan bahwa pendekatan ini memungkinkan potensi permasalahan klaim dikenali dan diselesaikan sejak pasien masih menjalani proses pelayanan, bukan setelah seluruh pelayanan selesai.

"Potensi permasalahan klaim diupayakan dapat dikenali dan diselesaikan sejak pasien masih menjalani proses pelayanan, bukan setelah seluruh pelayanan selesai," ujar Angriany.

Kolaborasi Lintas Profesi

Implementasi penguatan tata kelola ini dilakukan melalui kolaborasi lintas profesi yang solid. Tim yang terlibat meliputi dokter penanggung jawab pelayanan (DPJP), perawat, manajer kasus (case manager), pemrogram kasus (coder), hingga tim keuangan.

Angriany menegaskan bahwa kelengkapan dokumentasi medis, ketepatan diagnosis dan tindakan, proses precoding, hingga verifikasi klaim menjadi bagian dari pengendalian yang dilakukan lebih awal. "Kualitas klaim ditentukan sejak pelayanan dimulai, bukan ketika klaim diajukan. Karena itu, tata kelola klaim harus menjadi bagian dari proses pelayanan, bukan hanya pekerjaan administratif setelah pasien selesai dirawat," katanya.

Dampak pada Kesehatan Keuangan

Menurut Angriany, klaim memiliki keterkaitan langsung dengan kesehatan keuangan rumah sakit. Klaim yang berkualitas diharapkan dapat mengurangi potensi pending dan dispute sehingga proses pengajuan dan pembayaran klaim dapat berjalan lebih optimal sesuai ketentuan.

Dengan semakin baiknya pengelolaan klaim, piutang rumah sakit diharapkan dapat lebih cepat dikonversi menjadi kas. Kondisi ini akan memperkuat likuiditas dan mendukung kesinambungan operasional rumah sakit secara keseluruhan.

"Tujuan inovasi ini bukan semata-mata memperbaiki klaim. Kita ingin membangun rumah sakit yang sehat secara finansial sehingga mampu menjaga ketersediaan obat dan BMHP, memelihara alat kesehatan dan sarana prasarana, mendukung kesejahteraan pegawai sesuai ketentuan, serta terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat," jelas Angriany.

Penerapan Bertahap dan Sinergi

Implementasi inovasi ini dilakukan secara bertahap, dimulai dengan percontohan pada pelayanan pasien operasi, sebelum dikembangkan dan diperluas ke unit pelayanan lainnya. Evaluasi proses, penguatan SOP pemantauan indikator, serta kolaborasi lintas profesi menjadi bagian dari upaya memastikan inovasi dapat berjalan secara berkelanjutan.

RSUP Tadjuddin Chalid juga mendorong penguatan sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk BPJS Kesehatan dan institusi pendidikan. Langkah ini bertujuan untuk mendukung peningkatan kualitas tata kelola klaim dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |