PKK Lampung: Program Desa Tapis perkuat pemberdayaan keluarga.
REPUBLIKA.CO.ID, BANDARLAMPUNG, – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari, menyatakan bahwa program Desa Kesejahteraan Keluarga untuk Lampung Maju Indonesia Emas (Tapis) merupakan upaya strategis untuk memperkuat pemberdayaan keluarga di tingkat desa. Pencanangan program ini menjadi bagian dari pembinaan TP PKK yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Menurut Purnama Wulan Sari, program Desa Tapis dirancang untuk mendorong keluarga, khususnya kaum perempuan, agar mampu mengembangkan potensi dan sumber daya yang ada di lingkungan sekitar. Hal ini bertujuan untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia yang dimulai dari unit terkecil masyarakat, yaitu keluarga.
Pembinaan dalam program ini diwujudkan melalui berbagai kegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat. Kegiatan tersebut meliputi pemanfaatan lahan untuk tanaman pangan, pengelolaan sampah menjadi produk bernilai ekonomi, aktivitas Kelompok Wanita Tani (KWT), pelayanan posyandu, hingga pembinaan keluarga dan literasi anak.
"Kegiatan pencanangan Desa Tapis merupakan satu wujud komitmen Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung dalam upaya memperkuat peran keluarga melalui pembinaan yang berkesinambungan dalam pelaksanaan 10 Program Pokok PKK," ujarnya dalam keterangan di Bandarlampung, Rabu.
Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa penguatan peran keluarga diwujudkan melalui berbagai kegiatan yang mendukung ketahanan pangan, kesehatan, pendidikan, pelestarian lingkungan, hingga pengembangan ekonomi keluarga. Pengembangan potensi lokal juga sudah dilakukan melalui KWT yang mengelola kebun dengan berbagai tanaman hortikultura.
Purnama Wulan Sari menambahkan, kader PKK telah memanfaatkan lahan untuk kegiatan produktif. Selain pemanfaatan hasil tanaman, pihaknya juga mendorong pengelolaan limbah agar dapat digunakan kembali sebagai pupuk atau kebutuhan lainnya. "Lalu posyandu pun berjalan dengan baik," ucapnya.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

5 hours ago
6

















































