REPUBLIKA.CO.ID, PELAIHARI, – Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, memperkuat peran perempuan dalam mencegah risiko kecelakaan dan kebakaran akibat kelistrikan rumah tangga. Upaya ini dilakukan dengan mendorong penerapan kebiasaan aman penggunaan listrik mulai dari lingkungan keluarga.
Ketua GOW Kabupaten Tanah Laut Wiwi Zazuli di Pelaihari, Rabu, menekankan bahwa pemahaman mengenai penggunaan listrik secara aman penting dimiliki setiap keluarga. Pasalnya, listrik telah menjadi kebutuhan utama yang tidak terpisahkan dari aktivitas sehari-hari.
Menurutnya, risiko seperti korsleting hingga sengatan listrik dapat diminimalkan apabila masyarakat memahami cara menggunakan peralatan listrik secara benar. Selain itu, membiasakan pemeriksaan kondisi instalasi di rumah juga menjadi langkah krusial.
“Listrik merupakan kebutuhan utama dalam kehidupan sehari-hari, namun di balik manfaatnya terdapat risiko seperti korsleting dan sengatan listrik yang perlu diantisipasi dengan pengetahuan serta kebiasaan yang benar,” katanya.
Perempuan Sebagai Pelopor Keselamatan
Wiwi mengajak perempuan, khususnya para ibu, untuk menjadi pelopor keselamatan kelistrikan. Hal ini mengingat aktivitas keluarga di dalam rumah tidak terlepas dari penggunaan berbagai peralatan listrik. Peran ibu dinilai sangat strategis dalam mengedukasi anggota keluarga.
Upaya pencegahan dapat dilakukan dengan menggunakan peralatan berstandar SNI, tidak menumpuk beban pada satu sumber listrik, serta memeriksa kondisi instalasi rumah secara berkala. Langkah-langkah ini bertujuan untuk mendeteksi potensi gangguan sejak dini.
“Para ibu dapat menjadi pelopor keselamatan kelistrikan dengan membiasakan penggunaan peralatan berstandar SNI dan menghindari penumpukan beban listrik,” ujarnya.
Wiwi juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan penanganan gangguan kelistrikan secara sembarangan. Tindakan tanpa pengetahuan yang memadai justru dapat meningkatkan risiko kecelakaan yang membahayakan penghuni rumah.
Apabila terjadi gangguan, masyarakat diminta memanfaatkan layanan resmi PLN. Dengan demikian, penanganan dilakukan oleh petugas yang memiliki kewenangan dan kompetensi, sekaligus menghindari tindakan yang berpotensi membahayakan.
“Kami mengajak seluruh perempuan untuk ikut mengedukasi keluarga dan masyarakat agar budaya keselamatan serta keamanan kelistrikan semakin luas diterapkan,” katanya.
Ia berharap, pengetahuan tersebut tidak berhenti pada peserta, tetapi diteruskan kepada keluarga dan lingkungan sekitar. Dengan demikian, pencegahan bahaya kelistrikan menjadi kebiasaan bersama untuk mewujudkan hunian yang aman, nyaman, dan sejahtera.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

4 hours ago
5

















































