Bupati Lamsel Ajak Mahasiswa Baru UIM Kenali Potensi Diri

4 hours ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, LAMPUNG SELATAN, – Bupati Lampung Selatan (Lamsel) Radityo Egi Pratama mengajak mahasiswa baru Universitas Indonesia Mandiri (UIM) untuk mengenali potensi diri sebagai modal utama dalam mengembangkan kemampuan dan menentukan arah masa depan. Ajakan tersebut disampaikan saat menjadi pemateri dalam kegiatan "Harmoni Akademik Nagamandala Untuk Anak Unggul Negeri (Hanuang) 2026" di Kampus UIM, Kecamatan Penengahan, Rabu.

Di hadapan mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027, Egi menekankan bahwa setiap insan manusia dibekali kekuatan sejak lahir. Ia menyebut kekuatan itu sebagai daya ungkit yang harus disadari dan dimanfaatkan untuk berkembang.

"Daya ungkit adalah kekuatan. Kita sebagai insan manusia diciptakan dan dilahirkan dari rahim seorang ibu, melalui rahim ibu kita, itu pasti dibekali yang namanya kekuatan," kata Egi.

Egi menegaskan bahwa keberanian mengenali potensi diri bukanlah bentuk kesombongan, melainkan bagian dari proses memahami kemampuan dan menentukan ruang untuk berkembang. Ia menyayangkan stigma negatif yang kerap muncul ketika seseorang mencoba menunjukkan kemampuannya.

"Sadar potensi bukan berarti sombong. Karena orang ingin tampil, orang ingin kasih tahu kalau punya kekuatan, banyak yang terganggu terus dibilang pamer," ujarnya.

Jangan Terjebak Bayang-Bayang Sukses Orang Lain

Bupati muda itu juga mengingatkan mahasiswa agar tidak menjadikan keberhasilan orang lain sebagai ukuran perjalanan diri sendiri. Menurutnya, capaian seseorang merupakan hasil dari proses panjang yang tidak selalu terlihat oleh orang lain.

"Orang sering terjebak dengan yang namanya bayang-bayang sukses. Tapi orang tidak pernah tahu seperti apa proses yang dilalui oleh orang tersebut," katanya.

Ia menambahkan, proses pendidikan tidak selalu berjalan sesuai rencana. Namun, setiap proses tersebut dapat menjadi bagian penting dalam pembentukan diri mahasiswa.

Tahapan Mengembangkan Potensi Diri

Egi meminta mahasiswa untuk mengembangkan potensi melalui tahapan yang terstruktur, yaitu memetakan kemampuan, melatih, mengeksekusi, mengevaluasi, dan mengulangi secara konsisten. Ia menekankan bahwa tidak ada proses instan dalam mencapai keberhasilan.

"Petakan, kemudian dilatih, lalu dieksekusi, kemudian dievaluasi. Terus diulangi. Karena prosesnya enggak ada yang namanya instan di dunia ini," ujar dia.

Mahasiswa baru juga diminta memanfaatkan masa perkuliahan untuk mengembangkan kemampuan, memperluas pengalaman, dan menemukan bidang yang dapat menjadi kekuatan mereka. Egi berharap setelah kegiatan tersebut, mahasiswa mampu menemukan daya ungkit masing-masing.

"Yang paling penting keluar dari ruangan ini, adik-adik harus sudah mampu menemukan daya ungkit," ucapnya.

Menutup pemaparannya, Egi menyampaikan bahwa perubahan besar tidak harus dimulai dengan langkah besar, melainkan dapat diawali dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten.

"Perubahan besar tidak dimulai dari hal yang besar. Perubahan besar dimulai dari hal yang sederhana," kata Egi.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |