BEI: Penguatan IHSG Dipicu Respons Positif Pasar terhadap Pidato Presiden Prabowo

3 hours ago 7
 Penguatan IHSG Dipicu Respons Positif Pasar terhadap Pidato Presiden Prabowo Ilustrasi(Antara)

DIREKTUR Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Irvan Susandy menyebut penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tidak terlepas dari respons positif pelaku pasar terhadap Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Irvan, investor memberikan respons positif terhadap sejumlah poin yang disampaikan Presiden, terutama terkait perkembangan Indonesia, stabilitas ekonomi, pertumbuhan ekonomi, serta berbagai peluang pertumbuhan yang ditawarkan pemerintah.

“Berarti kan market merespons positif atas laporan dari Pak Presiden (Prabowo) atas perkembangan Indonesia, pertumbuhan ekonomi, stabilitas yang ada, dan opportunity dari pemerintahan Beliau (Presiden Prabowo),” ujar Irvan di Gedung BEI Jakarta, Jumat (14/8).

BEI, lanjut Irvan, menyambut positif berbagai peluang pertumbuhan ekonomi nasional tersebut. Kondisi itu dinilai dapat menjadi fondasi yang kuat bagi perkembangan pasar modal Indonesia pada masa mendatang.

“Kita sangat positif melihat itu, karena Insya Allah ini menjadi landasan yang baik bagi kita untuk bertumbuh dan berkembang,” ujar Irvan.

Ia menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi yang sehat berpotensi mendorong kinerja perusahaan tercatat atau emiten. Peningkatan kinerja dan laba perusahaan kemudian akan memberikan dampak positif terhadap perkembangan pasar modal Indonesia.

“Kalau pertumbuhan ekonomi baik, perusahaan tercatatnya tumbuh dengan baik, labanya tumbuh, pasti pasar modalnya juga akan tumbuh, karena kondisi dari si perusahaan tercatatnya juga akan semakin baik,” ujar Irvan.

Pertumbuhan emiten dan pasar modal tersebut, menurut Irvan, juga berpeluang meningkatkan daya tarik pasar modal Indonesia sebagai tujuan investasi, baik bagi investor asing maupun investor domestik.

“Sehingga semakin investable dan saya yakin dengan pertumbuhan yang baik, stabilitas dalam negeri yang baik. Ini akan menjadi poin plus bagi negara kita untuk menahan investasi asing dan juga pasti para investor lokal akan semakin nyaman untuk bertransaksi dan menguntungkan,” ujar Irvan.

Pada Jumat, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan Pidato Kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026. Dalam kesempatan yang sama, Presiden juga menyampaikan Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangannya.

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi dan investasi bukanlah tujuan akhir dari pembangunan. Menurutnya, kedua hal tersebut merupakan instrumen untuk mencapai peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Bagi saya pertumbuhan dan investasi bukan tujuan akhir. Tujuan kita adalah kesejahteraan rakyat kita," ujar Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo juga menyampaikan bahwa realisasi investasi Indonesia pada 2025 mencapai Rp1.931 triliun dan berhasil menciptakan lebih dari 2,7 juta lapangan kerja.

Ia optimistis penerapan kebijakan yang tepat, rasional, dan berdasarkan pertimbangan yang sehat dapat menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional. Pemerintah bahkan menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga akhir 2026 dapat mencapai 6%.

"Dengan kebijakan-kebijakan yang tepat, yang rasional, yang menggunakan akal sehat, saya yakin pertumbuhan ekonomi kita di akhir tahun ini bisa mencapai angka 6%," ujar Presiden Prabowo. (E-4)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |