Kombes Supriyanto bersama seluruh masyarakat dan peserta apel Sabuk Kamtibmas(MI/Ervan Masbanjar)
APEL Sabuk Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) digelar Polresta Kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur (Kaltim), bersama dengan para tokoh adat, agama dan seluruh elemen masyarakat, TNI, Pemerintah serta swasta di wilayah IKN, sebagai bentuk komitmen bersama untuk menjaga Kamtibmas di wilayah delineasi IKN.
Apel yang dilaksanakan Kamis (13/8) pagi di halaman Markas Komando Polresta Kawasan IKN tersebut, dirangkai dengan pernyataan sikap seluruh peserta apel untuk menjaga Kamtibmas di IKN dan Kalimantan Timur (Kaltim) dilanjutkan dengan penandatangan Ikrar Sabuk Kamtibmas masyarakat kawasan IKN.
Usai apel, Kapolresta Kawasan IKN, Kombes Pol Supriyanto kepada awak media menjelaskan, Polda Kaltim hari ini melaksanakan apel Sabuk Kamtibmas secara serentak tingkat Polda dan Polres jajaran. Dimana kegiatan dipusatkan di Samarinda dipimpin langsung oleh Kapolda Kaltim.
Sementara itu, para Kapolres jajaran termasuk di Polresta Kawasan IKN melaksanakan kegiatan serupa di wilayah masing-masing. Apel tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari Polri, TNI, pemerintah daerah, hingga segenap elemen masyarakat.
10 RIBU PESERTA
Jumlah peserta apel yang dilaksanakan serentak se Kaltim ini, diperkirakan mencapai 7.500 hingga 10 ribu orang. Sedangkan di masing-masing Polres jajaran sedikitnya diikuti 5 ratus hingga seribu peserta.
“Apel Sabuk Kamtibmas digelar sebagai upaya meningkatkan sinergitas dan kolaborasi antara Polri, TNI, pemerintah, serta seluruh elemen masyarakat dalam menjaga Kamtibmas di wilayah Kaltim,” tegasnya.
Kegiatan ini, tambahnya, juga menjadi bagian dari komitmen bersama dalam mendukung Kamtibmas, khususnya di kawasan IKN. Karena kondisi keamanan yang kondusif dinilai penting untuk mendukung kelancaran pembangunan proyek strategis nasional di kawasan IKN ini.
KOLABORASI POLISI DAN MASYRAKAT
Sementara itu, Kapolda Kaltim, Irjen Pol Endar Priantoro dalam arahnya di Samarinda mengapresiasi seluruh peserta apel Sabuk Kamtibmas di Samarinda yang dinilai menunjukkan kepedulian dan komitmen bersama dalam menjaga Kamtibmas di wilayah Kaltim.
Endar menekankan bahwa di era digital, sebuah kejadian dapat dengan cepat berkembang menjadi persepsi, keresahan, hingga konflik apabila tidak ditangani secara tepat dan cepat. Karena itu, ia menilai kolaborasi antara kepolisian dan masyarakat sangat penting dalam mencegah berbagai potensi gangguan Kamtibmas.
“Sabuk Kamtibmas dimaknai sebagai simbol ikatan dan pelindung yang menghubungkan berbagai elemen masyarakat agar saling menopang dan menguatkan dalam menjaga keamanan,” ujar Endar.
Ia mengajak masyarakat berperan aktif menjaga lingkungan, menaati aturan, menghormati sesama, serta bijak menggunakan media sosial. Masyarakat juga diminta menolak penyebaran hoaks, provokasi, ujaran kebencian, dan ajakan kekerasan, serta mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan persoalan.
Selain itu, Endar mendorong penguatan Satkamling dan kewaspadaan lingkungan guna mencegah pencurian, begal, tawuran, premanisme, anarkisme, hingga terorisme. Setiap indikasi gangguan Kamtibmas diharapkan segera dilaporkan melalui layanan Polisi 110 agar dapat ditindaklanjuti dengan cepat.
“Mari kita tingkatkan kerukunan dan kekompakan melalui komunikasi dan kebersamaan. Kita cegah potensi gangguan sejak dini agar wilayah Kaltim tetap aman, damai dan kondusif,” pungkasnya.(E-2)
















































