Masih Ada Uluran Tangan untuk Warga Palestina yang Dijajah Israel

3 hours ago 8
Masih Ada Uluran Tangan untuk Warga Palestina yang Dijajah Israel ilustrasi serangan penjajah Israel di Tepi Barat, Palestina.(AFP)

SEJUMLAH aktivis berupaya mengirimkan bantuan kepada warga Palestina yang telah hampir sepekan berada dalam kepungan pemukim penjajah Israel di Qusra, dekat Nablus, Tepi Barat, Jumat (14/8). Aksi tersebut berlangsung ketika pasukan penjajah Israel kembali dikerahkan ke kawasan yang menjadi titik ketegangan itu.

Penjajah Israel mulai memblokade sejumlah rumah warga Palestina di Qusra sejak Minggu lalu. Warga mengaku kesulitan mendapatkan makanan dan kebutuhan dasar selama blokade berlangsung.

Pada Jumat pagi, sejumlah pemukim masih berada di lokasi. Puluhan aktivis kemudian bergerak menuju rumah-rumah tersebut dengan membawa bendera Palestina, poster bertuliskan “Justice for All”, serta bantuan untuk keluarga yang terdampak. Bantuan yang dibawa antara lain air minum, minuman lainnya, dan makanan ringan.

Bantuan itu diletakkan di dekat gerbang salah satu rumah yang dijaga pasukan keamanan penjajah Israel bersenjata lengkap. Militer penjajah Israel mengatakan bantuan tersebut akan diperiksa terlebih dahulu sebelum diizinkan masuk ke dalam rumah.

Kepungan di Qusra mendapat sorotan lebih tajam dari Amerika Serikat. Duta Besar AS untuk penjajah Israel Mike Huckabee, yang selama bertahun-tahun dikenal sebagai pendukung penjajah Israel, kini mengecam tindakan tersebut. Ia menyebut tindakan orang-orang yang melakukan pengepungan tersebut sebagai upaya mengintimidasi dan melecehkan.

“Tidak ada alasan untuk perilaku preman seperti itu,” kata Huckabee “Tindakan mereka yang melakukan aksi teror mengerikan ini untuk mengintimidasi dan melecehkan keluarga tersebut sangat menjijikkan,” ujarnya.

Salah satu rumah yang berada dalam kepungan itu diketahui dimiliki warga negara Amerika Serikat. Militer penjajah Israel pada Kamis mengatakan pasukannya telah ditempatkan di Qusra untuk melindungi warga dan menjaga keamanan kawasan. Kehadiran militer tersebut berlangsung di tengah perdebatan mengenai siapa yang seharusnya menangani penegakan hukum terhadap penjajah Israel di Tepi Barat.

Menteri Pertahanan penjajah Israel Katz mengatakan dirinya telah memerintahkan militer menyiapkan rencana untuk mengalihkan seluruh penegakan hukum sipil terhadap pemukim Tepi Barat kepada kepolisian penjajah Israel. Katz mengatakan militer penjajah Israel seharusnya berfokus pada ancaman keamanan bukan menangani pelanggaran hukum yang dilakukan pemukim.

Rencana tersebut memunculkan kekhawatiran lebih luas mengenai masa depan Tepi Barat. Jika diterapkan, pengalihan kewenangan penegakan hukum sipil kepada kepolisian penjajah Israel dinilai dapat menjadi langkah menuju aneksasi wilayah Palestina tersebut.

Adapun penjajah Israel telah menduduki Tepi Barat sejak 1967. Sejumlah menteri dalam pemerintahan sayap kanan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu secara terbuka menyerukan aneksasi seluruh atau sebagian wilayah itu. Saat ini, karena Tepi Barat berstatus wilayah pendudukan, kewenangan penegakan hukum terhadap pemukim berada di tangan militer penjajah Israel. (AFP/Dhk/P-3)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |