Prabowo Kejar PLTS 100 GW, Negara Hemat Rp73,9 Triliun per Tahun

3 hours ago 9
Prabowo Kejar PLTS 100 GW, Negara Hemat Rp73,9 Triliun per Tahun PLTS Terapung Waduk Cirata, Jawa Barat.(MI/Reza Sunarya)

PEMERINTAH akan membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan total kapasitas mencapai 100 gigawatt (GW) atau 100 ribu megawatt (MW) sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian energi nasional.

Pengembangan energi surya tersebut juga akan dibarengi dengan percepatan penghentian pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) yang dinilai memiliki biaya operasional lebih tinggi.

Presiden Prabowo Subianto mengatakan pemerintah akan mempercepat transisi dari pembangkit listrik berbahan bakar diesel menuju energi surya. Langkah tersebut dilakukan dengan membangun PLTS di berbagai wilayah Indonesia, termasuk daerah-daerah terpencil dan kepulauan.

"Tahun ini kita akan membangun 30 gigawatt pembangkit listrik tenaga surya dan segera menghentikan 13 gigawatt pembangkit listrik tenaga diesel," kata Prabowo.

Prabowo menilai Indonesia memiliki potensi energi surya yang sangat besar karena mendapatkan sinar matahari hampir sepanjang tahun. Karena itu, penggunaan PLTD di wilayah terpencil yang membutuhkan pasokan BBM melalui kapal dinilai tidak lagi efisien secara ekonomi.

"Tidak masuk akal jika pulau-pulau yang terpencil kita harus menunggu kapal membawa BBM solar untuk memperoleh listrik. Ongkos ekonominya terlalu tidak efisien," ujarnya.

Pemerintah juga mendorong pengembangan PLTS berbasis desa. Menurut Prabowo, secara ideal setiap desa dapat memiliki PLTS berkapasitas 1 MW, terutama bagi desa yang mampu menyediakan lahan untuk pembangunan pembangkit tersebut.

Selain mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak, pembangunan PLTS 100 GW diperkirakan memberikan penghematan besar bagi negara. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian menghitung kapasitas tersebut dapat menghemat sedikitnya Rp73,9 triliun per tahun dari penurunan biaya pokok produksi listrik. Penghematan juga berpotensi semakin besar karena kebutuhan impor BBM akan berkurang sehingga devisa negara dapat lebih banyak dihemat. 

"Dengan PLTS kita juga bisa membangun kemandirian energi kita," kata Prabowo. (E-4)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |