ilustrasi(Antara)
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan, mendeteksi tiga titik panas (hotspot) pada Selasa (25/8) siang. Temuan ini terpantau melalui aplikasi Sistem Pemantauan Kebakaran Hutan dan Lahan (SiPongi) di tiga wilayah kecamatan berbeda.
Kepala Pelaksana BPBD Tanah Bumbu, H. Sulhadi, yang mewakili Bupati Andi Rudi Latif, mengungkapkan bahwa titik panas pertama terdeteksi pada pukul 00.56 Wita. Lokasi tepatnya berada di Desa Sebamban Baru, Kecamatan Sungai Loban, pada koordinat latitude -3.62183 dan longitude 115.61481 dengan status kepercayaan medium.
“Di waktu yang sama, ditemukan juga satu titik panas di Desa Mangkalapi, Kecamatan Teluk Kepayang, dan satu titik panas di Desa Satui Barat, Kecamatan Satui, dengan tingkat kepercayaan yang sama, yakni medium,” ujar Sulhadi di Batulicin, Selasa.
Menindaklanjuti temuan tersebut, Tim Karhutla darat segera dikerahkan untuk melakukan pengecekan langsung ke lokasi kejadian (groundcheck). Langkah ini diambil guna memastikan apakah titik panas tersebut merupakan kebakaran lahan yang nyata atau panas yang dihasilkan oleh objek lain.
Sulhadi menjelaskan, jika terbukti terjadi kebakaran, petugas akan langsung melakukan tindakan pemadaman cepat agar api tidak meluas. Namun, jika panas tersebut berasal dari pantulan atap seng atau rumah akibat cuaca ekstrem, petugas akan memberikan imbauan kepada masyarakat untuk mewaspadai dampak suhu panas yang menyengat.
BPBD Tanah Bumbu berkomitmen terus menekan kasus kebakaran hutan dan lahan di wilayah berjuluk "Bumi Bersujud" tersebut. Berdasarkan data periode Juli hingga Agustus 2026, tim karhutla telah berhasil memadamkan api seluas 52,25 hektare yang tersebar di berbagai titik di Tanah Bumbu.
Selain memantau titik baru, tim di lapangan juga berhasil memadamkan api di tiga lokasi kebakaran lanjutan, yakni di Desa Danau Indah (Kecamatan Batulicin), serta Desa Batu Ampar dan Desa Sarigadung (Kecamatan Simpang Empat) dengan total luas lahan yang tertangani mencapai tujuh hektare.
“Operasi pemadaman karhutla di wilayah ini terus ditingkatkan agar lahan yang terbakar tidak semakin meluas,” pungkas Sulhadi. (Ant/E-3)













































