Sejumlah PCNU di Kawasan Pesisir Utara Jawa Timur belum Tentukan Arah Dukungan

3 hours ago 5
Sejumlah PCNU di Kawasan Pesisir Utara Jawa Timur belum Tentukan Arah Dukungan Ilustrasi(Antara)

PENGURUS Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) sejumlah daerah di pantura Jatim, belum mengambil sikap terkait dukungan pada kandidat tertentu dalam perhelatan Muktamar ke-35 NU yang bakal segera digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jatim, dalam beberapa hari mendatang. 

Mereka mengakui sejumlah kandidat telah melakukan pendekatan tetapi, arah dukungan belum mengerut pada kandidat Ketua Umum tertentu. Namun, mereka mengakui KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya masih memiliki peluang besar untuk menduduki kembali posisi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

"Kami masih menunggu perkembangan dinamika muktamar," kata Nuril Huda, salah satu Pengurus PCNU Bojonegoro, Rabu (25/8) petang. 

Ia mengaku tim pemenangan sejumlah kandidat telah melakukan pendekan dengan pengurus tetapi, PCNU Bojonegoro hingga saat ini belum menentukan sikap bakal condong pada kandidat tertentu. 

Hal ini karena munculnya banyak kandidat Ketum dalam muktamar ke-35 di Jombang ini. 

"Masih mengambang. Ini beda dengan muktamar Lampung. Karena, yang dulu satu barisan kini, akhirya pecah kongsi," tambahnya. 

Huda juga menjelaskan hingga saat ini PCNU di kawasan pesisir Pantura Jatim juga belum melakukan deklarasi dukungan pada kandidat tertentu.

"Kita tunggu nanti di Muktamar," ujarnya. 

Hal senada disampaikan KH Suudil Azka pengurus NU Lamongan. Menurut dia, pada muktamar kali ini arah dukungan PCNU belum terlihat jelas. Munculnya kader-kader NU terbaik menjadi pertimbangan bagi PCNU untuk memberikan dukungan suaranya. 

"Belum jelas petanya. Masih ruwet," ungkapnya. 

Secara umum, dukungan pada calon Gus Yahya masih terbilang kuat. Karena selama kepemimpinan Gus Yahya sejumlah terobosan program kerja dilaksanakan dengan sukses. Termasuk, sistem digitalisasi persuratan di kalangan ormas Islam terbesar di dunia ini.(YK/E-4)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |