Pelatih Timnas Vietnam Kim Sang-sik.(aseanutdfc.com)
PELATIH Timnas Vietnam, Kim Sang-sik, bertekad mencetak sejarah baru bagi sepak bola Vietnam saat melakoni pertandingan leg kedua final Piala AFF 2026. Vietnam dijadwalkan menjamu Tailan di Stadion My Dinh, Hanoi, pada Rabu (26/8).
Kim menegaskan bahwa laga ini merupakan momentum besar bagi para pemainnya untuk mengukir tinta emas. "Besok akan menjadi hari bersejarah untuk sepak bola Vietnam dan orang yang menuliskan sejarah itu adalah pemain," ujar Kim sebagaimana dikutip dari laman resmi ASEAN United FC.
Vietnam berada di ambang sejarah besar karena berpeluang mempertahankan gelar juara Piala AFF secara berturut-turut untuk pertama kalinya. Meskipun telah mengoleksi gelar juara pada edisi 2008, 2018, dan 2024, The Golden Star Warriors belum pernah memenangi turnamen ini dua kali beruntun.
Jika berhasil meraih hasil positif di leg kedua nanti, Kim Sang-sik akan bergabung dengan jajaran pelatih elite yang mampu mempertahankan gelar Piala AFF. Ia akan mengikuti jejak Raddy Avramovic (Singapura), serta trio pelatih Tailan yakni Peter Withe, Kiatisuk Senamuang, dan Mano Polking.
Vietnam saat ini berada dalam posisi yang sangat menguntungkan. Mereka mengantongi keunggulan agregat 2-0 berkat kemenangan meyakinkan di kandang Tailan pada akhir pekan lalu. Kim menjelaskan bahwa anak asuhnya telah mempersiapkan diri secara intensif selama dua bulan terakhir demi mencapai titik ini.
"Mereka telah bekerja sangat keras hingga mencapai laga final. Besok, kami akan terus berupaya memberikan yang terbaik, menyuguhkan pertandingan yang memukau, serta berusaha menciptakan kenangan indah bagi semua orang," lanjut pelatih asal Korea Selatan tersebut.
Waspadai Kebangkitan Tailan
Meski unggul dua gol, Kim Sang-sik mengingatkan para pemainnya untuk tidak lengah. Ia menegaskan bahwa secara teknis gelar juara belum benar-benar berada di tangan mereka sebelum peluit panjang dibunyikan.
Di sisi lain, pelatih Timnas Tailan, Anthony Hudson, menolak untuk menyerah. Meski dihadapkan pada misi berat mengejar ketertinggalan dua gol di markas lawan, Hudson mencoba membalikkan tekanan kepada tuan rumah.
"Tekanannya benar-benar ada di Vietnam. Saat unggul 2-0 dan bermain di kandang sendiri, bisa dikatakan tekanan ada pada tim tuan rumah untuk meraih hasil positif dan memenangkan pertandingan," tegas Hudson.
Pertandingan leg kedua di Stadion My Dinh ini diprediksi akan berlangsung sengit, mengingat Tailan berambisi melakukan comeback dramatis, sementara Vietnam fokus menjaga momentum untuk mengunci gelar juara di hadapan pendukung sendiri. (Ant/I-1)













































