DOKTER spesialis mata anak dari Rumah Sakit Anak & Bunda Harapan Kita, dr. Indah Saraswati.(Dok. Antara)
DOKTER spesialis mata anak dari Rumah Sakit Anak & Bunda Harapan Kita, dr. Indah Saraswati, membagikan sejumlah langkah sederhana bagi orang tua untuk memperlambat perkembangan miopia atau rabun jauh pada anak.
Dalam acara Healthy Vision Day yang digelar EssilorLuxottica Indonesia di Jakarta, Selasa (21/7), dr. Indah menekankan bahwa intervensi paling efektif dan mudah dilakukan adalah dengan memperbanyak aktivitas di luar ruangan (outdoor activity).
Manfaat Aktivitas Luar Ruangan
Menurut dr. Indah, aktivitas luar ruangan tidak harus dilakukan di bawah terik matahari langsung atau melalui olahraga berat. Hal terpenting adalah mata anak mendapatkan paparan sinar matahari dan memiliki kesempatan untuk melihat objek dalam jarak jauh.
"Yang paling penting dan paling gratis itu outdoor activity. Yang penting melihat jauh sekitar enam meter dan terkena sinar matahari. Minimal dua jam sehari," ujar dr. Indah.
Bagi orang tua yang tinggal di perkotaan dan memiliki keterbatasan lahan bermain, dr. Indah menyarankan pemanfaatan teras rumah. Anak-anak dapat diajak bermain atau sekadar duduk di teras pada pagi atau sore hari. Aktivitas ini bertujuan agar otot mata tidak terus-menerus menegang karena berfokus pada objek jarak dekat.
Menerapkan Aturan 20-20-20
Selain aktivitas luar ruangan, pengaturan durasi aktivitas jarak dekat seperti membaca, menggambar, atau menggunakan gawai sangat krusial. Dr. Indah merekomendasikan penerapan aturan 20-20-20 untuk menjaga kesehatan mata anak:
- Setiap 20 menit melakukan aktivitas jarak dekat.
- Istirahatkan mata selama 20 detik.
- Melihat objek sejauh 20 kaki atau sekitar 6 meter.
Saat membaca, pastikan anak menjaga jarak minimal 30 sentimeter dari buku atau layar. Hal ini penting agar beban kerja mata tidak terlalu berat yang dapat memicu pemanjangan bola mata lebih cepat.
Batasi Penggunaan Gawai
Terkait penggunaan perangkat elektronik, dr. Indah menyarankan agar orang tua membatasi screen time anak tidak lebih dari dua jam per hari. Penggunaan gawai yang berlebihan tidak hanya mempercepat progresivitas miopia, tetapi juga membawa dampak negatif lainnya.
"Terlalu lama menatap layar perangkat elektronik dapat memengaruhi kemampuan berkonsentrasi, kualitas tidur, dan proses belajar anak," pungkasnya.
(Ant/H-3)


















































