Celah Keamanan Zoom Bisa Ambil Alih Perangkat, Pengguna Diminta Update

1 hour ago 6
Celah Keamanan Zoom Bisa Ambil Alih Perangkat, Pengguna Diminta Update Ilustrasi(Magnific)

PENGGUNA Zoom perlu lebih waspada. Aplikasi konferensi video tersebut baru saja memperbaiki celah keamanan yang berpotensi memungkinkan penyerang mengambil alih perangkat korban hanya melalui fitur yang tersedia saat rapat berlangsung.

Dilansir dari Telset kerentanan tersebut ditemukan peneliti keamanan dari A Security. Yang membuat temuan ini semakin menarik, proses untuk menemukan hingga mengeksploitasi celah tersebut dapat dilakukan dengan bantuan model AI publik dan hanya membutuhkan kurang dari 20 perintah.

Celah Berawal dari Fitur Anotasi

Kerentanan ditemukan pada fitur anotasi Zoom. Fitur ini sebenarnya dirancang untuk membantu peserta rapat memberikan tanda atau coretan pada layar ketika seseorang sedang melakukan presentasi.

Namun, celah pada fitur tersebut ternyata dapat dimanfaatkan untuk menjalankan kode berbahaya pada perangkat pengguna. Dalam skenario serangan, pelaku dapat masuk ke dalam rapat atau menjadi host, kemudian memanfaatkan kerentanan tersebut untuk melakukan tindakan yang seharusnya tidak dapat dilakukan.

Risikonya bukan sekadar gangguan selama rapat. Menurut laporan Telset eksploitasi ini berpotensi memungkinkan penyerang mencuri data, memasang malware, hingga mengaktifkan kamera dan mikrofon tanpa sepengetahuan korban. Bahkan, serangan tersebut disebut tidak selalu memberikan tanda visual bahwa perangkat telah berhasil dikompromikan.

Kondisi inilah yang membuat celah tersebut menjadi perhatian serius. Pengguna bisa saja mengikuti rapat seperti biasa tanpa menyadari bahwa perangkatnya sedang menjadi sasaran.

AI Membuat Eksploitasi Lebih Cepat

Hal lain yang menjadi sorotan adalah bagaimana kerentanan tersebut berhasil dieksploitasi.

A Security mengungkapkan mereka menggunakan agen AI dan model yang tersedia untuk publik untuk membantu menghasilkan eksploitasi yang berfungsi. Proses yang sebelumnya bisa membutuhkan keahlian tinggi dan waktu panjang tersebut berhasil dilakukan dalam waktu sekitar satu hari.

Temuan ini memperlihatkan perubahan penting dalam dunia keamanan siber. AI tidak hanya dapat dimanfaatkan untuk membantu menemukan dan memperbaiki celah keamanan, tetapi juga berpotensi digunakan untuk mempercepat proses pembuatan serangan.

Artinya, perkembangan AI menghadirkan dua sisi yang berjalan bersamaan. Teknologi yang sama dapat membantu peneliti melindungi sistem, tetapi juga bisa dimanfaatkan oleh pihak yang memiliki niat buruk.

Zoom Sudah Merilis Perbaikan

Kabar baiknya, Zoom telah merilis pembaruan untuk mengatasi kerentanan tersebut. Perbaikan tersedia untuk sejumlah platform, termasuk Windows, macOS, Linux, Android, dan iOS. Pengguna disarankan segera memperbarui aplikasi Zoom ke versi terbaru.

Imbauan tersebut sejalan dengan informasi pada Buletin Keamanan resmi Zoom. Perusahaan secara rutin menerbitkan informasi mengenai kerentanan yang ditemukan pada produknya dan merekomendasikan pengguna memasang versi terbaru untuk mendapatkan perbaikan serta peningkatan keamanan.

Zoom juga menerapkan kebijakan siklus hidup perangkat lunak yang menetapkan versi minimum untuk sejumlah produknya. Pada Agustus 2026, kebijakan tersebut mencakup aplikasi Zoom Workplace di Windows, macOS, Linux, iOS, dan Android.

Jangan Menunda Pembaruan

Bagi pengguna Zoom, langkah paling sederhana sekaligus penting adalah memastikan aplikasi yang digunakan sudah mendapatkan pembaruan terbaru.

Pembaruan perangkat lunak bukan hanya soal mendapatkan fitur baru. Dalam banyak kasus, update justru berisi perbaikan terhadap celah yang dapat dimanfaatkan penyerang.

Kasus Zoom juga menjadi pengingat bahwa aplikasi yang digunakan setiap hari, termasuk untuk rapat kerja, kuliah, maupun komunikasi pribadi, tetap memiliki risiko keamanan. Terlebih ketika teknologi AI membuat proses menemukan dan mengembangkan eksploitasi menjadi semakin cepat.

Karena itu, jangan menunggu sampai muncul tanda-tanda aneh pada perangkat. Perbarui Zoom secara berkala, gunakan aplikasi dari sumber resmi, dan tetap waspada terhadap aktivitas mencurigakan selama menggunakan layanan konferensi video. (Telset/Z-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |