Presiden Prabowo Subianto mengklaim Indonesia mencapai swasembada pangan dalam satu tahun, lebih cepat dari target empat tahun, dengan delapan komoditas disebut telah swasembada.(TV parlemen)
PRESIDEN Prabowo Subianto mengklaim Indonesia berhasil mencapai swasembada pangan hanya dalam waktu satu tahun, lebih cepat dari target awal pemerintah yang dipatok empat tahun. Ia menyebut capaian itu ditopang oleh pemangkasan aturan pupuk, penurunan harga pupuk 20%, serta kerja sama pemerintah pusat, daerah, petani, hingga TNI dan Polri.
"Karena kebijakan-kebijakan dan kerja keras kita, swasembada pangan yang dahulu kita targetkan tercapai dalam empat tahun, ternyata berhasil kita capai dalam waktu satu tahun," kata Prabowo saat berpidato pada Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD di Jakarta, Jumat (14/8).
Prabowo mengatakan capaian tersebut menjadi penting di tengah kondisi dunia yang dibayangi kekhawatiran terhadap kelangkaan pangan, ancaman kelaparan massal, serta cuaca yang semakin tidak menentu. Ia memastikan pemerintah berada dalam kondisi siap menghadapi tantangan pangan, termasuk ancaman El-Nino yang diperkirakan berat tahun ini.
"Di tengah dunia sekarang, yang sangat khawatir terhadap kelaparan massal akibat kesulitan pangan dan cuaca yang tidak menentu, kita alhamdulillah dapat saya laporkan di majelis ini, soal pangan, soal makanan untuk rakyat Indonesia, kita berada dalam keadaan aman," ujarnya.
Salah satu kebijakan yang disebut menjadi pendorong swasembada adalah pembenahan tata kelola pupuk. Pemerintah menghapus 145 aturan penyaluran pupuk sekaligus menurunkan harganya sebesar 20%.
Menurut Prabowo, penurunan harga tersebut tidak membuat pasokan pupuk berkurang. Sebaliknya, volume pupuk yang tersedia bagi petani meningkat sehingga lebih mudah diperoleh. Kondisi itu kemudian ikut mendorong peningkatan produksi pertanian.
Prabowo juga menyoroti dampak kebijakan tersebut terhadap PT Pupuk Indonesia. Meski harga pupuk turun dan volume ketersediaannya meningkat, keuntungan perusahaan BUMN tersebut disebut naik 252,8%.
"Harga pupuk turun, volume tambah, tapi keuntungan bagi PT Pupuk Indonesia naik 252,8%," kata Prabowo.
Ia menyebut capaian swasembada pangan merupakan hasil kerja bersama Menteri Pertanian beserta jajarannya, para penyuluh pertanian, kementerian lain, pemerintah daerah, TNI dan Polri. Menurutnya, seluruh unsur tersebut bekerja dengan semangat gotong royong.
Prabowo kemudian merinci delapan komoditas pangan yang menurutnya telah mencapai swasembada pada tahun ini. Kedelapan komoditas tersebut adalah beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit.
Meski demikian, Prabowo mengakui pemerintah masih memiliki pekerjaan untuk mencapai swasembada sejumlah komoditas lainnya. Daging sapi dan daging kerbau disebut masih belum swasembada dan ditargetkan dapat dicapai dalam lima hingga enam tahun mendatang.
Sementara itu, pemerintah menargetkan swasembada bawang putih dapat dicapai dalam tiga tahun.
“Pada dasarnya sebetulnya untuk protein kita sudah swasembada. Protein dari ikan, dari telur, dari daging ayam,” ujar Prabowo.
Dampak Kebijakan Pangan
Prabowo juga menampilkan kisah Joko Purnomo, Ketua Kelompok Tani dari Desa Purwosari, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, sebagai gambaran dampak kebijakan pangan pemerintah di tingkat petani.
Joko yang telah 20 tahun bertani disebut kini mampu panen tiga kali dalam setahun dengan produktivitas hingga sembilan ton padi per hektare. Dukungan teknologi, pengairan, dan pupuk yang disediakan pemerintah disebut menjadi faktor pendukung peningkatan produksinya. Penurunan harga pupuk 20 persen juga ikut menekan biaya produksi.
Prabowo meminta peserta sidang memberikan tepuk tangan untuk Joko yang disebutnya sebagai perwakilan petani Indonesia. Ia menyebut petani memiliki posisi strategis karena menjadi produsen pangan bagi seluruh rakyat.
"Kita boleh punya tentara paling hebat, boleh punya pesawat canggih, kalau tidak punya makan, saya kira bangsa ini berhenti saja sebagai bangsa," kata Prabowo.
Ia kemudian menyampaikan apresiasi kepada para petani, penyuluh, pemerintah daerah, TNI dan Polri, koperasi, serta BUMN pangan yang terlibat dalam pencapaian swasembada. Prabowo menilai capaian tersebut menunjukkan Indonesia mampu menyelesaikan persoalan besar dan tidak seharusnya selalu merasa rendah diri.
Persoalan Belum Selesai
Prabowo menegaskan pencapaian delapan komoditas tersebut bukan berarti seluruh persoalan pangan telah selesai. Pemerintah masih harus mengejar swasembada bawang putih serta daging sapi dan kerbau.
Di sisi lain, Prabowo mengatakan capaian pangan tersebut telah diikuti dengan langkah menuju swasembada energi. Pemerintah mulai memproduksi diesel berbasis B50 dari kelapa sawit dan menghentikan impor solar sejak 1 Juli 2026.
Namun, bagi pemerintah, swasembada pangan tetap menjadi bagian penting dari upaya memastikan kebutuhan dasar rakyat terpenuhi. Prabowo menyebut ketahanan pangan sebagai salah satu fondasi utama kekuatan bangsa. (Z-2)
















































