Dampak Kemarau, Warga Brebes Berburu Ikan di Sungai yang Mengering

2 weeks ago 5

DAMPAK musim kemarau mulai dirasakan masyarakat di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Menyusutnya volume air di sejumlah bendungan memaksa pengelola menerapkan sistem gilir air guna menjaga ketersediaan irigasi pertanian. Kondisi ini dimanfaatkan ratusan warga untuk turun ke sungai yang mengering guna berburu ikan.

Pemandangan tersebut terlihat di aliran sungai irigasi Desa Banjarharjo, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, pada Selasa (28/7/2026). Ratusan warga dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, pemuda, hingga orang tua lanjut usia, tampak antusias memadati dasar sungai dengan peralatan seadanya.

Mereka berburu ikan, udang, dan hewan air lainnya di sela-sela genangan air yang tersisa akibat proses pengeringan sementara. Fenomena ini menjadi hiburan tersendiri bagi warga di tengah teriknya cuaca kemarau.

Tarmah, 60, salah seorang warga setempat, mengungkapkan bahwa penerapan sistem gilir air dari Waduk Malahayu melalui Bendung Nambo ini merupakan yang pertama kalinya dilakukan pada musim kemarau tahun ini. Menurutnya, aksi turun ke sungai saat air dikeringkan sudah menjadi tradisi turun-temurun bagi warga sekitar.

"Ini baru sekali hari ini (pengeringan). Sebelumnya air masih besar. Kalau sudah musim kemarau begini, air di waduk tinggal sedikit karena tidak ada hujan, jadi harus digilir," ujar Tarmah saat ditemui di lokasi.

Ia menambahkan, jika kemarau terus berlanjut hingga akhir tahun, intensitas pengaliran air biasanya akan semakin berkurang. "Nanti kalau sudah bulan 12 (Desember), biasanya satu bulan baru satu kali airnya mengalir. Sekarang ini baru mulai digilir," imbuhnya.

Pengurangan suplai air di Bendung Nambo ini merupakan kebijakan dari pengelola Waduk Malahayu yang berlokasi di Desa Malahayu, Kecamatan Banjarharjo. Langkah ini diambil untuk memastikan cadangan air di waduk utama tidak habis total (asad) dan tetap bisa menyuplai kebutuhan lahan pertanian secara bergantian di wilayah terdampak.

Meski harus menghadapi keterbatasan air untuk pertanian, warga Banjarharjo memilih mengambil sisi positif dengan menjadikan momen pengeringan sungai sebagai ajang mencari lauk pauk gratis sekaligus menjaga tradisi lokal saat musim kemarau tiba. (JI/I-1)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |