Donald Trump Bantah AS Krisis Amunisi, Ancam Penjara bagi Pembocor Informasi

6 days ago 3
Donald Trump Bantah AS Krisis Amunisi, Ancam Penjara bagi Pembocor Informasi Sisa bangunan Sekolah Dasar Shajarat al-Tayyiba akibat bom hingga menewaskan 168 siswa di Kota Minab, Iran, pada (31/3/2026)(Anadolu/Hamid Vakili)

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump menegaskan bahwa persediaan amunisi negaranya berada dalam jumlah yang sangat besar. Pernyataan ini dikeluarkan guna membantah laporan yang menyebutkan adanya kekurangan stok persenjataan di tengah ketegangan militer yang terus berlanjut.

Melalui platform Truth Social pada Kamis (6/8), Trump menyatakan bahwa AS memiliki cadangan amunisi yang melimpah, khususnya untuk jenis-jenis tertentu. Ia juga menekankan bahwa proses produksi terus berjalan guna memenuhi kebutuhan pertahanan nasional.

"Sejumlah besar amunisi terus diproduksi dan dikirim ke AS sesuai kebutuhan," tulis Trump dalam unggahannya. Selain membantah isu kekurangan stok, Trump memberikan peringatan keras kepada pihak-pihak yang membocorkan informasi internal kabinet, dengan menyebut mereka sebagai pengkhianat yang terancam hukuman penjara panjang.

Sebelumnya, laporan The Washington Post menyebutkan bahwa Trump sempat meminta penjelasan dari Menteri Pertahanan Pete Hegseth terkait kekurangan rudal dalam rapat kabinet di Camp David awal pekan ini. Namun, Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt segera membantah laporan tersebut dan menyatakan informasi itu tidak benar.

Isu kekurangan amunisi ini mencuat seiring dengan tingginya intensitas penggunaan senjata dalam kampanye militer AS terhadap Iran. Pada akhir Juli, Center for Strategic and International Studies (CSIS) memperkirakan AS telah menghabiskan lebih dari 1.500 rudal Patriot dan sekitar 200 rudal pencegat THAAD, yang memicu kekhawatiran akan defisit stok yang signifikan.

Untuk mengatasi beban biaya militer, Gedung Putih telah mengajukan permintaan pendanaan tambahan kepada Kongres sebesar 87,6 miliar dolar AS (sekitar Rp1.400 triliun) pada 24 Juni lalu. Dari total tersebut, sebesar 67,15 miliar dolar AS dialokasikan khusus untuk Pentagon guna menopang operasional militer dan pengadaan alutsista. (Sputnik/RIA Novosti/Ant/I-1)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |