Donald Trump Prediksi Perang dengan Iran Berakhir Usai Pemilu AS

2 hours ago 4
Donald Trump Prediksi Perang dengan Iran Berakhir Usai Pemilu AS Presiden AS Donald Trump.(Dok. Anadolu )

PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump memprediksi konflik dengan Iran akan berakhir dalam waktu yang sangat dekat. Trump menuding Teheran sengaja memperpanjang ketegangan demi memengaruhi jalannya pemilihan umum di Amerika Serikat.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump pada Sabtu, usai melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri Irlandia, Micheal Martin, di Irlandia. Trump meyakini bahwa penyelesaian konflik tersebut kemungkinan besar akan terjadi segera setelah masa pemilu berakhir.

Tudingan Intervensi Pemilu dan Isu Nuklir

Trump secara terbuka menuduh Iran berupaya "bertahan selama mungkin" untuk menciptakan situasi yang mempersulit posisi politiknya menjelang pemilu. Meski demikian, ia menegaskan posisi keras AS terkait ambisi nuklir Teheran.

"Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir. Ini sangat sederhana," tegas Trump. Ia menambahkan bahwa berakhirnya konflik ini nantinya akan berdampak langsung pada stabilitas ekonomi global, terutama pada penurunan tajam harga minyak dunia.

Poin Utama Pernyataan Detail Klaim Donald Trump
Estimasi Akhir Perang Dalam waktu sangat dekat, kemungkinan tepat setelah pemilu.
Syarat Mutlak Iran dilarang keras memiliki senjata nuklir.
Dampak Ekonomi Harga minyak diprediksi akan turun drastis pascakonflik.
Situasi Laut Merah Blokade laut agresif; mencegat sekitar 25 kapal setiap hari.

Ketegangan di Laut Merah dan Isu Gaza

Selain Iran, Trump juga menyinggung situasi di Laut Merah. Ia mengeklaim bahwa kelompok Houthi di Yaman telah menghubungi pihak AS dan menyatakan tidak menginginkan konfrontasi langsung dengan Washington. Menurutnya, kelompok tersebut saat ini membiarkan sebagian besar kapal melintas di jalur perairan strategis tersebut.

Trump mengeklaim efektivitas blokade laut yang dilakukan pemerintahannya, dengan menyebut AS berhasil mencegat sekitar 25 kapal setiap hari, yang sebagian besar dilakukan pada malam hari.

Terkait situasi di Jalur Gaza, Trump membela kebijakan pemerintahannya dan menolak kritik internasional yang menuduh Washington memfasilitasi genosida atau pendudukan Israel di Tepi Barat. Ia mengeklaim bahwa langkah-langkah yang diambilnya telah berhasil "memadamkan api" dan mengamankan pemulangan sandera yang ditahan di kawasan tersebut.

Trump menyimpulkan bahwa meskipun konflik saat ini mendorong kenaikan harga energi, normalisasi hubungan dan berakhirnya perang dengan Iran akan segera mengoreksi harga minyak ke level yang lebih rendah. (Anadolu/Ant/I-1)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |