Prabowo Subianto di KTT BRICS 2026: Perkuat Kapasitas Kolektif Global South

2 hours ago 4
 Perkuat Kapasitas Kolektif Global South Presiden Prabowo Subianto.(Dok. BPMI Sekretariat Presiden)

PRESIDEN RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa blok BRICS memiliki peran krusial dalam memperkuat kapasitas kolektif negara-negara berkembang untuk berkontribusi pada ketahanan global. Hal tersebut disampaikan Kepala Negara saat menghadiri sesi terbatas bertema “Inclusive Global Governance and Strengthening Multilateralism” pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2026 di Bharat Mandapam, New Delhi, India, Sabtu (12/9).

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menyoroti posisi tawar BRICS yang sangat signifikan dalam peta geopolitik dan ekonomi dunia. Menurutnya, kekuatan kolektif ini merupakan modal utama untuk memperbaiki tata kelola global yang lebih adil.

Poin Utama Pidato Presiden Prabowo di KTT BRICS 2026:

  • BRICS mewakili setengah dari populasi umat manusia.
  • Menguasai porsi besar dalam perekonomian dan perdagangan global.
  • Menyatukan pasar terbesar dunia dengan produsen energi utama.
  • Pentingnya mobilisasi sumber daya untuk infrastruktur Global South.

Kekuatan Kolektif dan Kemandirian Global South

Presiden menekankan bahwa mobilisasi sumber daya untuk pembangunan infrastruktur dan ekonomi sangat penting agar negara-negara Global South mampu membiayai masa depannya sendiri. Ia meyakini bahwa keterhubungan yang lebih baik antara pasar, modal, teknologi, dan pengetahuan di antara anggota BRICS akan membuka peluang pembangunan yang masif.

"Bayangkan apa yang dapat dicapai BRICS jika kekuatan ini sepenuhnya dimobilisasi untuk membantu menjamin pasokan pangan dan energi," ujar Presiden Prabowo. Ia menambahkan bahwa sinergi ini akan memperkuat suara negara berkembang dalam membentuk institusi dunia yang melindungi perdamaian dan keadilan.

Reformasi PBB dan Lembaga Keuangan Internasional

Selain penguatan internal BRICS, Kepala Negara juga menyoroti urgensi reformasi pada sistem multilateral. Presiden menegaskan bahwa Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) harus tetap menjadi pusat sistem multilateral, namun dengan catatan harus dilakukan reformasi mendalam.

Prabowo menyatakan PBB perlu menjadi lembaga yang lebih representatif dan responsif terhadap kebutuhan seluruh negara, tanpa memandang skala kekuatan ekonominya. "PBB harus lebih mampu memberikan hasil konkret bagi masyarakat kita. Pada saat yang sama, lembaga-lembaga keuangan internasional kita juga harus berkembang. Perdagangan dan mata uang tidak boleh dipersenjatai," tegasnya.

Fokus Strategis Tujuan Utama
Ketahanan Pangan & Energi Menjamin pasokan melalui mobilisasi kekuatan kolektif BRICS.
Pembangunan Infrastruktur Meningkatkan kemampuan pembiayaan mandiri Global South.
Reformasi Multilateral Mendorong PBB dan lembaga keuangan dunia lebih adil dan setara.
Konektivitas Teknologi Pertukaran pengetahuan dan modal antar pasar berkembang.

Menutup pernyataannya, Presiden Prabowo mendorong terciptanya tatanan internasional yang tidak hanya mengakui eksistensi Global South, tetapi juga memberikan ruang berdaulat bagi setiap bangsa untuk menentukan arah pembangunannya secara mandiri dan adil. (Ant/I-1)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |