Drone Berbahan Peledak Ditemukan di Bandara Jerman, Pemerintah Peringatkan Ancaman Baru

6 days ago 8
Drone Berbahan Peledak Ditemukan di Bandara Jerman, Pemerintah Peringatkan Ancaman Baru Sebuah drone yang membawa bahan peledak ditemukan di dekat pesawat kargo Ukraina di Bandara Leipzig/Halle, Jerman. Pihak berwenang tingkatkan kewaspadaan.(AFP)

SEBUAH drone yang membawa alat peledak ditemukan di Bandara Leipzig/Halle, Jerman. Kepolisian Sachsen menerjunkan robot penjinak bom setelah perangkat berbahaya tersebut ditemukan seorang karyawan di dekat pesawat kargo Ukraina pada malam hari.

Selain temuan drone tersebut, sebuah objek tak dikenal lainnya dilaporkan bertabrakan dengan pesawat kargo di dekat bandara yang sama. Pesawat tersebut berhasil mendarat di Hannover dengan kerusakan ringan.

Atas insiden ini, Menteri Dalam Negeri Jerman Alexander Dobrindt menyatakan kejadian ini menunjukkan "tingkat ancaman baru." Bandara-bandara di Jerman kini berada dalam siaga tinggi menyusul beberapa penerbangan drone tanpa izin dalam beberapa bulan terakhir yang melintasi pangkalan militer, bandara, terminal energi, pelabuhan, dan perusahaan logistik.

Bandara Leipzig/Halle yang terletak di Jerman timur digunakan militer Jerman dan sekutu NATO untuk mengangkut barang-barang militer. Bandara ini juga berfungsi sebagai pangkalan bagi Antonov Airlines milik Ukraina yang mengangkut sebagian besar kargo udara negara tersebut, sekaligus menjadi hub utama bagi grup logistik DHL.

Juru bicara kepolisian mengonfirmasi objek bermuatan peledak itu ditemukan dekat dengan pesawat Antonov yang sedang terparkir. Detonator pada alat peledak tersebut berhasil dilepas sebelum polisi melakukan ledakan terkontrol. Penerbangan di landasan pacu utara telah dibuka kembali, sementara landasan pacu selatan masih ditutup.

"Semua ini tidak mengarah pada pendekatan amatir. Kita sedang berbicara tentang skenario ancaman hibrida profesional yang akan terus kami atasi," ujar Dobrindt.

Meski tidak menyebutkan nama tersangka secara spesifik, Dobrindt mengisyaratkan bahwa penyelidikan dapat mengarah pada kemungkinan "persaingan" yang "mungkin juga melibatkan kekuatan asing." Kepolisian sebelumnya telah memperingatkan potensi keterlibatan Rusia, meskipun Moskow membantahnya.

Sementara itu, Duta Besar Ukraina untuk Jerman, Oleksii Makeiev, memberikan tanggapannya terkait insiden ini.

"Siapa lagi yang bisa melakukannya kalau bukan Rusia?" kata Makeiev kepada Welt TV.

Hingga saat ini, pihak Rusia belum memberikan komentar resmi terkait insiden penemuan drone peledak tersebut.

Profesor Keamanan di King's College London, Peter R. Neumann, menilai bahwa perang drone kini telah mencapai wilayah Jerman dan mengekspos kelemahan keamanan yang telah diketahui selama bertahun-tahun. Insiden ini menambah daftar panjang gangguan keamanan di Bandara Leipzig/Halle, termasuk peristiwa terbakarnya paket kargo pada Juli 2024 serta kasus mata-mata yang melibatkan informasi penerbangan kargo pada tahun sebelumnya. (BBC/Z-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |