Ketua Umum PSSI Erick Thohir memberikan keterangan kepada awak media di Jakarta, Jumat (31/7/2026).(Antara)
KETUA Umum PSSI Erick Thohir secara resmi menegaskan dukungan penuh kepada Gianni Infantino untuk kembali memimpin FIFA. Dukungan ini didasari atas dampak nyata kepemimpinan Infantino terhadap perkembangan sepak bola Indonesia, khususnya dalam aspek infrastruktur dan pembinaan usia muda.
Pernyataan dukungan tersebut muncul di tengah dinamika internal FIFA pasca-pembatalan rencana pembentukan FIFA Forward Enterprise (FFE). PSSI memastikan akan tetap berada di barisan pendukung Infantino pada Kongres FIFA di Maroko, Maret 2027 mendatang, yang dijadwalkan menjadi momentum pemilihan presiden badan sepak bola dunia tersebut.
Erick Thohir menilai, di bawah kendali Infantino, FIFA konsisten menjaga persatuan komunitas sepak bola global serta memperkuat seluruh asosiasi anggota tanpa terkecuali. Indonesia, menurut Erick, menjadi salah satu negara yang merasakan transformasi konkret dari visi global FIFA.
"Bagi Indonesia, FIFA di bawah kepemimpinan Gianni Infantino bukan sekadar badan pengatur global, melainkan mitra strategis yang hadir secara riil dalam pembangunan sepak bola kita. Tanpa dukungan FIFA, lompatan kemajuan yang kita capai hari ini akan sulit terwujud," ujar Erick Thohir, Kamis (6/8).
Dukungan Infrastruktur dan FIFA Hub Jakarta
Salah satu bukti nyata kolaborasi strategis ini adalah pembangunan National Training Centre (NTC) di Ibu Kota Nusantara (IKN). Proyek pusat pengembangan sepak bola nasional di atas lahan seluas 34,5 hektare tersebut mendapatkan kucuran dana FIFA Forward sebesar US$5,4 juta untuk tahap pertama.
Selain fasilitas fisik, FIFA juga memperkuat posisi geopolitik sepak bola Indonesia dengan menunjuk Jakarta sebagai FIFA Hub untuk kawasan Asia Tenggara dan Asia Timur. Melalui Host Country Agreement yang ditandatangani pada Juni 2025, Jakarta kini menjadi pusat operasional yang melayani 21 asosiasi anggota FIFA di kawasan tersebut.
"Ini membuktikan visi Presiden Infantino bahwa pertumbuhan sepak bola tidak boleh terpusat di satu wilayah saja, melainkan harus merata di seluruh dunia," tambah Erick.
Fokus pada Akar Rumput
PSSI juga menyoroti perhatian besar Infantino terhadap pembinaan akar rumput (grassroots). Hal ini dibuktikan dengan implementasi program strategis seperti FIFA Talent Development Scheme dan FIFA Football for Schools di tanah air. FIFA bahkan mulai merealisasikan pembangunan lapangan mini di berbagai daerah untuk memperluas akses masyarakat terhadap fasilitas olahraga.
| FIFA Forward | Pendanaan US$5,4 juta untuk NTC di IKN |
| FIFA Hub Jakarta | Pusat operasional untuk 21 asosiasi Asia |
| Talent Development Scheme | Penguatan sistem pembinaan usia muda |
Menutup pernyataannya, Erick menegaskan bahwa rekam jejak Infantino selama satu dekade terakhir menjadi alasan utama PSSI memberikan dukungan tanpa ragu. PSSI berkomitmen untuk terus bekerja secara konstruktif dengan FIFA demi memastikan visi inklusif sepak bola global tetap berlanjut.
"Dengan rekam jejak yang luar biasa dalam memajukan sepak bola di negara-negara berkembang seperti Indonesia, PSSI memberikan dukungan penuh atas pencalonan kembali Gianni Infantino," pungkasnya. (Dhk/I-1)
















































