Pekerja UIP KLT foto bersama setelah berhasil energize GI Asam-Asam di Kalsel.(Dok. UIP KLT)
GELOMBANG protes masyarakat akibat krisis energi listrik yang melanda wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (Kalsel-Kalteng) semakin meluas. Pada Selasa (28/7), ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Kalimantan Selatan melakukan aksi unjuk rasa dengan mendatangi Kantor PT PLN (Persero) UP3 di Jalan Lambung Mangkurat, Banjarmasin.
Aksi ini dipicu oleh pemadaman listrik berulang selama sepekan terakhir yang dinilai telah melumpuhkan aktivitas rumah tangga hingga sektor ekonomi. Dalam aksinya, massa membawa berbagai spanduk dan poster tuntutan, termasuk sebuah spanduk besar bertuliskan "gedung ini disita masyarakat" sebagai bentuk kekecewaan terhadap kinerja PLN Unit Induk Distribusi (UID) Kalsel-Kalteng.
Dampak Ekonomi dan Sosial
Krisis listrik ini tidak hanya memicu demonstrasi, tetapi juga memaksa warga melakukan tindakan darurat. Sehari sebelumnya, sejumlah warga di Banjarbaru mendatangi kantor PLN UID Kalsel-Kalteng hanya untuk menumpang mengisi daya (charge) ponsel karena pemadaman total di kediaman mereka.
Sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi pihak yang paling terdampak secara finansial. Pengurus HIPMI Kota Banjarmasin, Punia Dewi, mengungkapkan bahwa krisis yang terjadi sejak awal Juli ini telah menyebabkan kerugian nyata pada operasional bisnis.
Dampak pada UMKM:
- Gangguan pada proses produksi dan pengemasan (packing).
- Keterbatasan modal untuk pengadaan mesin genset bagi pelaku usaha mikro.
- Penurunan produktivitas harian akibat ketidakpastian jadwal pemadaman.
Penjelasan Teknis PLN
Menanggapi tuntutan massa, Manajer Niaga dan Pemasaran PT PLN UP3 Banjarmasin, Hendy Saifuddin, menjelaskan bahwa gangguan terjadi pada sistem pasokan listrik interkoneksi regional Kalimantan. Sistem ini mengintegrasikan wilayah Kalteng, Kalsel, Kaltim, hingga Kaltara.
"Pasokan listrik kita ini terintegrasi. Jika ada satu daerah yang mengalami kerusakan teknis, maka akan berpengaruh terhadap seluruh sistem interkoneksi tersebut," ujar Hendy di hadapan pengunjuk rasa.
Saat ini, tim teknis PLN tengah melakukan perbaikan pada sejumlah pembangkit, dengan fokus utama pada PLTU Asam-asam di Kabupaten Tanah Laut. PLN memproyeksikan pemulihan sistem akan memakan waktu beberapa hari ke depan.
| Lokasi Gangguan Utama | PLTU Asam-asam, Tanah Laut |
| Cakupan Sistem | Interkoneksi Kalsel-Kalteng-Kaltim-Kaltara |
| Target Penyelesaian | Awal Agustus 2026 |
| Rencana Aksi Lanjutan | Rabu, 29 Juli 2026 |
Meskipun PLN telah memberikan penjelasan teknis, ketidakpuasan masyarakat diperkirakan masih akan berlanjut. Informasi yang dihimpun menunjukkan bahwa gelombang unjuk rasa susulan direncanakan kembali digelar pada Rabu (29/7) oleh kelompok masyarakat yang lebih luas jika stabilitas pasokan listrik tidak segera membaik. (DY/I-1)
















































