Pesisir pantai barat Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Minggu (6/7/2025).(Antara)
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat (Jabar) memastikan hingga saat ini belum menemukan laporan kerusakan bangunan akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,3 yang berpusat di wilayah Pangandaran. Gempa tersebut terjadi pada Rabu (5/8) pukul 21.55 WIB.
Kepala Pelaksana BPBD Jabar, Teten Ali Mulku Engkun, menyatakan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan pemerintah daerah setempat. Berdasarkan laporan sementara yang diterima hingga Kamis (6/8), kondisi di lapangan terpantau masih aman.
“Hingga laporan sementara ini diterbitkan, belum terdapat laporan mengenai korban jiwa maupun kerusakan bangunan,” kata Teten di Bandung, Kamis (6/8).
Parameter Gempa dan Sebaran Guncangan
Gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 5,3 tersebut berlokasi pada koordinat 8,12 Lintang Selatan dan 107,91 Bujur Timur. Pusat gempa berada di laut, sekitar 79 kilometer barat daya Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, dengan kedalaman 18 kilometer.
Guncangan gempa dirasakan di sejumlah wilayah Jawa Barat hingga sebagian Jawa Tengah dengan intensitas yang beragam. Berikut adalah rincian wilayah yang merasakan dampak guncangan berdasarkan skala MMI (Modified Mercalli Intensity):
| III MMI (Nyata di dalam rumah) | Kab. Bandung (Kertasari, Baleendah, Dayeuhkolot, Majalaya, Arjasari, Solokanjeruk), Kab. Sukabumi (Nagrak, Kalapanunggal), Cilacap (Jateng). |
| II–III MMI | Soreang, Kab. Sukabumi, Kota Sukabumi, Ciwidey, Pangalengan. |
| II MMI (Getaran ringan) | Sumedang, Parongpong, Cihanjuang, Ngamprah, Lembang, Garut, Palabuhanratu. |
Analisis dan Imbauan BPBD
Teten menjelaskan bahwa gempa ini diperkirakan bersumber dari zona subduksi di selatan Pulau Jawa. Meskipun episenter berada di laut dengan kedalaman dangkal, intensitas guncangan di daratan masuk dalam kategori ringan.
“Berdasarkan hasil pemantauan sementara, intensitas guncangan tertinggi berada pada skala III MMI dan termasuk kategori ringan. Meskipun potensi kerusakan struktur sangat kecil, kami tetap meminta BPBD kabupaten dan kota melakukan pengecekan lapangan, terutama pada wilayah yang merasakan guncangan cukup nyata,” tambahnya.
BPBD Jabar telah menginstruksikan jajaran BPBD di tingkat kabupaten/kota, khususnya Kabupaten Bandung dan Kabupaten Sukabumi, untuk memeriksa kemungkinan adanya kerusakan minor seperti retakan pada dinding bangunan. Hingga saat ini, tidak ada laporan warga yang mengungsi.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. Warga juga diminta memeriksa kondisi fisik bangunan masing-masing sebelum kembali beraktivitas secara normal di dalam ruangan. (Ant/SG/I-1)
















































