Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, mengecek kondisi beras saat sidak ke pasar tradisional, belum lama ini.(MI/Benny Bastiandy)
HARGA berbagai jenis beras di Kota Sukabumi, Jawa Barat, terpantau naik. Penaikan diduga dipicu kondisi kemarau panjang yang berdampak terhadap produksi.
Kepala Seksi Perdagangan Dalam Negeri Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (Diskumdagin) Kota Sukabumi, M Rifki, mengatakan harga berbagai komoditas kebutuhan pangan cenderung berfluktuasi. Ada berbagai faktor yang jadi penyebabnya.
"Saat ini komoditas yang terpantau mengalami fluktuasi yakni beras. Kemungkinan karena pasokan yang cukup terbatas akibat dampak kemarau," kata Rifki, Kamis (6/7).
Berdasarkan pantauan di Pasar Pelita dan Tipar Gede, beberapa jenis komoditas yang harganya naik yakni beras Ciherang Cianjur I, beras premium kelas I, beras Ciherang Sukabumi, dan beras medium kelas I. Rata-rata penaikan harga sebesar Rp400 per kilogram.
"Untuk jenis beras Ciherang I, premium kelas I, dan Ciherang Sukabumi saat ini harganya naik jadi Rp15.200 dari sebelumnya di kisaran Rp14.800 per kilogram. Sedangkan beras medium kelas I seharga Rp14.400 dari sebelumnya di kisaran Rp14 ribu per kilogram," tuturnya.
Penaikan harga beras juga terjadi pada komoditas beras Ciherang Cianjur II dan beras premium kelas II. Harganya naik sebesar Rp800 per kilogram.
"Semula harganya di kisaran Rp14 ribu, sekarang jadi Rp14.800 per kilogram," tutur Rifki.
Sementara beras medium terendah naiknya sebesar Rp600 per kilogram. Semula harganya sebesar Rp13 ribu, sekarang jadi Rp13.600 per kilogram.
"Untuk beras medium kelas II naiknya Rp500 per kilogram. Saat ini harganya Rp14 ribu dari sebelumnya Rp13.500 per kilogram," pungkasnya. (BB)
















































