Ini Daftar Produk Pertamina yang Paling Diincar Saat Mudik

2 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — PT Pertamina Patra Niaga (PPN) memprediksi permintaan bahan bakar minyak (BBM) untuk sektor transportasi meningkat selama periode mudik Lebaran 2026. Kenaikan diperkirakan terjadi pada produk gasoline dan avtur seiring bertambahnya mobilitas masyarakat selama Ramadhan dan Idulfitri.

Pertamina memastikan operasional kilang tetap berjalan selama libur panjang Idulfitri untuk menjaga pasokan energi nasional. Produksi energi difokuskan pada pemenuhan kebutuhan LPG serta tiga jenis BBM utama, yakni gasoline, gasoil, dan avtur.

“PPN memprediksi dua produk utama BBM yang akan meningkat adalah gasoline dan avtur. Kilang melakukan pengawalan ketat agar produksi LPG serta tiga BBM utama tersebut tercapai sesuai target,” kata Corporate Secretary PPN Roberth M.V. Dumatubun di Jakarta, dikutip Selasa (10/3/2026).

Ia menjelaskan kilang memiliki peran penting dalam rantai pasok ketahanan energi nasional. Fasilitas tersebut mengolah minyak mentah menjadi berbagai produk BBM dan non-BBM yang menjadi penopang ketersediaan energi di dalam negeri.

Roberth merinci PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) saat ini mengoperasikan enam kilang di Indonesia. Setiap kilang membentuk satuan tugas untuk mengawal proses produksi selama periode Ramadhan dan Idulfitri.

“Tugas kilang adalah beroperasi dan memproduksi BBM serta non-BBM sesuai rencana. KPI memiliki enam kilang dan masing-masing membentuk satgas untuk mengawal produksi sesuai target,” ujarnya.

Kesiapan operasional juga mencakup penguatan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE). Kilang memastikan ketersediaan bahan baku minyak mentah, pengaturan sumber daya manusia yang bertugas selama libur Lebaran, serta kesiapan material fast moving untuk menjaga keandalan operasi.

Koordinasi juga dilakukan dengan berbagai pemangku kepentingan agar distribusi produk dari kilang dapat diterima dengan baik di titik serah. Upaya ini dilakukan untuk menjaga kelancaran rantai pasok energi selama periode peningkatan konsumsi.

“Operasi kilang didukung sistem pelaporan real time. Tim satgas memantau keandalan masing-masing kilang dan menjalankan langkah mitigasi yang cepat serta terukur. BPH Migas juga melakukan pemantauan melalui kunjungan ke Kilang Balikpapan dan Kilang Dumai,” kata Roberth.

Sepanjang 2025, kilang Pertamina mencatat kinerja pengolahan bahan baku lebih dari 330 juta barel. Bahan baku tersebut terdiri atas minyak mentah, produk intermedia seperti naphta dan HOMC, serta gas.

“Angka ini melampaui target sebelumnya sekitar 315 juta barel atau lebih tinggi sekitar 5,8 persen,” jelas Roberth.

Operasional kilang menjadi salah satu penopang utama ketersediaan energi nasional, terutama saat terjadi lonjakan mobilitas masyarakat. Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmen menjaga pasokan energi tetap aman selama Ramadhan dan Idulfitri.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |