Jelang Pertemuan Netanyahu-Trump, Iran Ancam Perluas Medan Perang

2 weeks ago 5
Jelang Pertemuan Netanyahu-Trump, Iran Ancam Perluas Medan Perang Ilustrasi.(Magnific)

IRAN mengeluarkan peringatan keras terkait potensi perluasan konflik di Timur Tengah jika Amerika Serikat (AS) terus melanjutkan serangan terhadap Teheran. Ancaman ini muncul menjelang pertemuan strategis antara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden AS Donald Trump di Washington.

Juru Bicara Militer Iran, Mohammad Akraminia, menegaskan bahwa eskalasi wilayah perang tidak dapat dihindari apabila Washington tetap mengikuti kebijakan yang didorong oleh Israel. Ia menyoroti risiko besar jika AS memilih untuk melanjutkan agresi militer, terutama melalui serangan udara.

"Saya percaya jika pihak Amerika sekali lagi tertipu oleh muslihat Zionis atau bergerak seirama dengan mereka dan bersikeras melanjutkan perang, khususnya melalui serangan udara, secara geografis wilayah perang ini akan semakin meluas," ujar Akraminia dalam keterangannya kepada stasiun televisi pemerintah, sebagaimana dilansir AFP, Senin (27/7).

Eskalasi di Titik Strategis

Menurut Akraminia, cakupan konflik saat ini sebenarnya telah meluas hingga ke Selat Bab al-Mandab yang merupakan pintu masuk vital menuju Laut Merah. Hal ini merujuk pada meningkatnya aktivitas militer kelompok Houthi di Yaman yang mendapat dukungan dari Iran.

Lebih lanjut, ia mengeklaim bahwa jangkauan operasi militer Iran kini menyentuh berbagai titik strategis yang menjadi kepentingan Amerika Serikat di kawasan tersebut.

"Jangkauan operasi kami saat ini mencakup seluruh kawasan, mulai dari basis-basis militer AS di Yordania hingga negara-negara di sepanjang Teluk Persia," tegasnya.

Posisi Sulit Amerika Serikat

Pihak Teheran menilai posisi Amerika Serikat di Timur Tengah kian terjepit di tengah eskalasi yang terus meningkat. Akraminia menyebut Washington saat ini sedang berupaya mencari pendekatan baru untuk merespons situasi regional yang dinamis dan penuh tekanan.

"Kami telah bersiap menghadapi setiap opsi dan skenario yang mungkin terjadi," tambah Akraminia.

Ketegangan ini memuncak bertepatan dengan pengumuman resmi dari Israel bahwa Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dijadwalkan mengunjungi Gedung Putih pada Selasa (28/7) untuk bertemu dengan Donald Trump. Pertemuan tersebut diprediksi akan fokus membahas langkah-langkah bersama dalam menghadapi ancaman regional serta perkembangan terbaru konflik di Timur Tengah. (I-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |