John Herdman: Piala AFF Jadi Fondasi Menuju Piala Dunia 2030

5 days ago 19
 Piala AFF Jadi Fondasi Menuju Piala Dunia 2030 Kiper Timnas Indonesia Nadeo Arga Winata (tengah) menangkap bola saat melawan Timnas Vietnam pada pertandingan Grup A Piala AFF 2026.(Antara)

PELATIH tim nasional Indonesia, John Herdman, menegaskan bahwa partisipasi skuad Garuda di Piala AFF 2026 merupakan bagian integral dari peta jalan jangka panjang menuju target besar: lolos ke Piala Dunia 2030. Hal ini disampaikan Herdman menjelang laga krusial melawan Singapura.

"Dari sudut pandang pelatih, target utama Indonesia adalah lolos ke Piala Dunia 2030. Kalau ditarik mundur, sebelumnya ada Piala Asia 2027, kemudian turnamen FIFA, dan Piala AFF," ujar Herdman dalam keterangan resmi PSSI di Jakarta, Kamis (6/8).

Juru taktik asal Inggris tersebut menjelaskan bahwa Piala AFF 2026 menjadi panggung khusus bagi para pemain yang merumput di liga domestik. Terutama bagi mereka yang tidak mendapatkan menit bermain pada laga FIFA Match Day bulan Maret dan Juni 2026 lalu.

Herdman menuntut para pemain ini untuk menunjukkan kemampuan maksimal, baik secara individu maupun kolektif. "Kami sudah bersama selama sekitar 33 hari. Selama periode itu kami membangun rasa persaudaraan, membentuk identitas taktik, dan memperkuat kebersamaan. Karena itu, turnamen ini menjadi ajang untuk menguji para pemain domestik Indonesia," tuturnya.

Langkah ini diambil demi memperlebar opsi pemain yang akan diproyeksikan masuk ke skuad utama untuk Piala Asia 2027 dan Kualifikasi Piala Dunia 2030 mendatang.

Misi Meraih Trofi Perdana

Meski fokus pada pengembangan jangka panjang, Herdman menegaskan bahwa ambisi untuk mencetak sejarah di Asia Tenggara tetap menjadi prioritas. Indonesia mengincar trofi Piala AFF pertama mereka sepanjang sejarah turnamen ini digelar.

"Di balik semua itu, tentu ada impian yang lebih besar, yaitu mempersembahkan trofi pertama bagi Indonesia dan menjadi generasi pertama yang mampu melakukannya. Kami mau menjadi pelopor," tegas mantan pelatih timnas Kanada tersebut.

Laga Hidup Mati Kontra Singapura

Ambisi besar tersebut akan diuji pada partai terakhir Grup A melawan Singapura di Stadion Jalan Besar, Jumat (7/8). Kemenangan menjadi harga mati bagi Indonesia untuk memastikan tiket ke babak semifinal.

Saat ini, posisi Indonesia masih tertahan di peringkat ketiga klasemen sementara Grup A dengan koleksi enam poin. Skuad Garuda tertinggal satu poin dari Singapura di posisi kedua dan Vietnam yang memuncaki klasemen.

"Jika kami gagal mencapainya, itu akan sangat menyakitkan. Karena kesempatan seperti ini, ketika sudah terlewat, belum tentu akan datang lagi. Itulah mengapa saya mengatakan bahwa Indonesia adalah tim yang sedang terluka, tetapi juga sangat lapar. Besok kami tidak akan main-main," pungkas Herdman. (Ant/I-1)

Posisi Tim (Grup A) Poin
1 Vietnam 7
2 Singapura 7
3 Indonesia 6
Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |