Warga mengambil air menggunakan jeriken di kolam Desa Tamansari, Indramayu, Jawa barat, Minggu (2/8/2026)(ANTARA/Dedi Suwidiantoro)
KRISIS air bersih terus meluas di Jawa Barat. Sampai saat ini, BPBD se-Jawa Barat telah mendistribusikan 7.535.800 liter air bersih ke lokasi terdampak.
"Kekeringan dan krisis air bersih terus meluas. Kami sudah mendapat laporan dari 23 kabupaten dan kota yang terdampak," ungkap Juru Bicara BPBD Jabar, Hadi Rahmat, Kamis (6/8).
BPBD Jabar melaporkan kekeringan dan krisis air bersih sudah terjadi di 294 desa dan kelurahan pada 133 kecamatan. Warga terdampak mencapai 86.888 kepala keluarga atau 313.302 jiwa.
Kabupaten Bogor masih menjadi wilayah terparah yang terdampak. Di derah ini sudah ada 111 desa di 29 kecamatan yang terdampak.
Jumlah warga yang mengalami krisis air bersih mencapai 41.882 kepala keluarga atau 140.532 jiwa. Daerah lain dengan tingkat keparahan tinggi ialah Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Bekasi.
Sementara itu, kejadian kebakaran hutan dan lahan juga sudah terjadi sebanyak 72. Lokasi kejadian menyebar di 17 kabupaten dan kota.
Daerah yang paling sering mengalami karhutla ialah Sumedang, dengan 12 kali kejadian. Wilayah lain dengan tingkat kejadian tinggi ialah Majalengka dengan 11 peristiwa, serta Kabupaten Cirebon, Sukabumi dan Bandung dengan masing-masing 6 kejadian.
Kejadian karhutla di Jabar melanda 81 desa dan kelurahan pada 56 kecamatan. Total areal yang terbakar telah mencapai 77,51 hektare. (H-2)
















































