Ketua PBNU Minta Jaksa Agung Tetap Semangat Berantas Korupsi

2 weeks ago 4
Ketua PBNU Minta Jaksa Agung Tetap Semangat Berantas Korupsi Ahmad Fahrur Rozi.(MI)

KETUA Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Fahrur Rozi meminta Jaksa Agung ST Burhanuddin untuk tidak kehilangan semangat dalam memimpin Korps Adhyaksa, meskipun saat ini instansi tersebut tengah diterpa kasus hukum yang menyeret mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus). Menurutnya, upaya pemberantasan korupsi dan penyelamatan uang negara harus tetap menjadi prioritas utama.

"Peristiwa ini tentu menjadi pukulan telak bagi Kejaksaan Agung. Namun selaku pimpinan, jangan sampai semangat Pak Jaksa Agung kendor karena bisa melemahkan kinerja instansi," ujar pria yang akrab disapa Gus Fahrur dalam keterangannya, Senin (27/7/2026).

Gus Fahrur menegaskan bahwa kasus yang melibatkan oknum di internal Kejaksaan Agung tidak boleh merusak marwah institusi secara keseluruhan. Penegakan hukum terhadap koruptor maupun praktik penyimpangan lain harus tetap berjalan tanpa kompromi.

Ia juga mendorong Jaksa Agung untuk bersikap tegas dan transparan dalam menyikapi persoalan tersebut. Evaluasi internal dinilai sangat perlu dilakukan guna memastikan seluruh penanganan perkara tetap berjalan profesional dan bebas dari segala bentuk intervensi.

"Ini ujian besar kepemimpinan dan integritas. Pemimpin yang baik diukur dari keberaniannya membenahi institusi, bukan menghindari masalah," tegas pengasuh Pondok Pesantren An-Nur tersebut.

Penilaian Objektif Publik

Di sisi lain, Gus Fahrur mengingatkan masyarakat agar tetap memberikan penilaian secara objektif terhadap kinerja Kejaksaan Agung. Ia berpendapat bahwa berbagai capaian dalam mengungkap kasus-kasus besar serta keberhasilan menyelamatkan aset negara selama ini patut menjadi bahan pertimbangan yang adil.

"Prestasi tetap harus diapresiasi, tetapi kekurangan juga harus diperbaiki. Penilaian harus objektif, adil, dan proporsional," katanya.

Ia menilai rekam jejak Kejaksaan selama beberapa tahun terakhir telah menunjukkan komitmen kuat dalam penegakan hukum. Oleh karena itu, kasus yang melibatkan individu tidak semestinya menghapus seluruh capaian positif institusi.

Penguatan Pengawasan Internal

Sebagai langkah antisipasi agar penyimpangan serupa tidak terulang, Gus Fahrur mendorong adanya penguatan sistem pengawasan internal serta pembangunan budaya integritas yang lebih kokoh di lingkungan Kejaksaan.

"Prioritasnya adalah memperkuat pengawasan internal, membangun budaya integritas, dan memperbaiki sistem agar penyimpangan tidak terulang," ujarnya.

Terkait penunjukan Jampidsus yang baru, Gus Fahrur mengajak semua pihak untuk menghormati keputusan tersebut. Ia meminta publik memberikan kesempatan kepada pejabat baru untuk membuktikan integritas, profesionalisme, serta independensinya melalui kinerja nyata.

Ia optimistis, apabila ujian ini dapat dilalui dengan baik, kepercayaan publik terhadap Kejaksaan justru akan semakin meningkat di masa depan.

"Jika ujian ini berhasil dilewati dengan baik, kepercayaan publik terhadap Kejaksaan dan penegakan hukum akan semakin kuat karena hukum terbukti mampu mengoreksi dirinya sendiri," pungkasnya. (I-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |