Korban Tewas Kecelakaan Beruntun di Tol Cipularang Jadi 3 Orang, Penyebab Rem Blong

4 hours ago 5

Sebanyak 10 kendaraan terlibat kecelakaan beruntun di kilometer 93 ruas Tol Cipularang arah Jakarta, Kamis (5/3/2026) malam. Akibatnya, dua orang meninggal dunia dan lainnya mengalami luka ringan dan berat serta lajur sempat tidak dapat dilintasi.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Satlantas Polres Purwakarta mengungkapkan korban meninggal dunia akibat tabrakan beruntun 10 mobil di kilometer 93 Tol Cipularang arah Jakarta, Kamis (6/3/2026) malam bertambah menjadi tiga orang. Dua orang meninggal dunia di lokasi kejadian dan satu orang meninggal usai mendapatkan perawatan di rumah sakit.

"Dua di TKP meninggal dunia dan satu udah perawatan gak ketolong," ucap Kasatlantas Polres Purwakarta AKP Enggar Jati Nugroho, Jumat (6/3/2026).

Ia mengatakan penyebab kecelakaan beruntun terjadi karena kontainer yang menabrak mobil lainnya mengalami gagal fungsi pengereman atau rem blong. Hal itu terjadi karena rem yang digunakan terus menerus di jalur menurun.

"Penurunan kemampuan rem dipakai karena lama dipakai. Jalurnya menurun kilometer 93," ucap dia.

Kasatlantas melanjutkan salah satu yang turut menyebabkan pemicu kecelakaan adalah muatan kontainer yang seharusnya 16 ton melebihi kapasitas menjadi 25 ton. Saat ini sopir telah diamankan di Polres Purwakarta untuk dilakukan pemeriksaan.

Ia menyebut kilometer 90 hingga 102 Tol Cipularang sering terjadi kecelakaan karena kontur jalan yang menurun. Selain itu, sering dilintasi oleh kendaraan besar. Kasatlantas mengatakan upaya yang dilakukan PJR Korlantas Mabes Polri yaitu mengusir truk yang berada di bahu jalan.

Sementara itu, Kepala Induk PJR Tol Cipularang Kompol Joko Prihantono mengatakan kendaraan yang terlibat kecelakaan beruntun mulai dari kontainer, mobil pikap, truk, minibus, hingga tronton. Tiga orang meninggal dunia akibat kecelakaan itu.

Ia menyebut kendaraan kontainer bernomor polisi B 9367 UEL melaju dari arah Bandung menuju Jakarta di lajur 1. Tiba di lokasi kejadian perkara, Joko mengatakan terdapat kepadatan kendaraan di depan mobil kontainer imbas gangguan dump truk.

"Kontainer diduga mengalami gangguan pengereman kemudian menabrak mobil pick up dan terjadi kecelakaan beruntun hingga menutup lajur 1,2 dan bahu jalan," kata dia.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |