KTT BRICS ke-18 New Delhi Serukan Pencabutan Sanksi Ekonomi Kuba

7 hours ago 5
KTT BRICS ke-18 New Delhi Serukan Pencabutan Sanksi Ekonomi Kuba Ilustrasi BRICS.(Dok. BRICS. ANTARA/Anadolu/py.)

NEGARA-negara anggota BRICS secara resmi menyerukan pencabutan segera pembatasan ekonomi, perdagangan, dan keuangan yang diberlakukan terhadap Kuba. Seruan ini tertuang dalam deklarasi bersama para pemimpin pada Konferensi Tingkat Tinggi BRICS ke-18 (KTT BRICS 2026) yang berlangsung di New Delhi, India, Sabtu (12/9/2026).

Dalam dokumen deklarasi tersebut, para pemimpin BRICS menegaskan kembali dukungan mereka terhadap kedaulatan Kuba dan mendesak kepatuhan internasional terhadap hukum global. "Kami menegaskan kembali perlunya mengakhiri langkah-langkah ekonomi, komersial, dan keuangan terhadap Kuba sesuai dengan Resolusi Majelis Umum PBB A/RES/80/4," demikian bunyi pernyataan resmi tersebut.

Zona Perdamaian Amerika Latin

Negara-negara BRICS menyatakan keprihatinan mendalam atas situasi yang dihadapi Kuba saat ini. Mereka menekankan bahwa Amerika Latin dan Karibia merupakan zona perdamaian yang harus dijunjung tinggi berdasarkan prinsip saling menghormati dan nonintervensi.

Deklarasi tersebut menyoroti bahwa pengetatan blokade sepihak telah memperburuk kondisi domestik negara cerutu tersebut. "Kami menyatakan keprihatinan mendalam atas situasi yang berkaitan dengan Kuba akibat pengetatan langkah-langkah blokade sepihak terhadap negara itu," lanjut dokumen tersebut.

Lebih lanjut, BRICS menggarisbawahi dampak buruk blokade terhadap sektor-sektor vital, terutama perekonomian dan pasokan energi. Dampak kemanusiaan yang mengkhawatirkan terhadap rakyat Kuba menjadi poin krusial yang disoroti oleh para pemimpin blok ekonomi tersebut.

Tekanan Amerika Serikat

Seruan BRICS ini muncul di tengah meningkatnya tekanan politik dan ekonomi dari Amerika Serikat (AS) terhadap Kuba. Pada akhir Januari lalu, Washington mengizinkan pengenaan bea masuk terhadap impor dari negara-negara yang memasok minyak ke Kuba.

Selain itu, AS juga menyatakan keadaan darurat dengan dalih adanya ancaman dari Kuba terhadap keamanan nasional Amerika Serikat, sebuah langkah yang dinilai banyak pihak semakin mengisolasi perekonomian Havana.

Perkembangan BRICS

KTT BRICS ke-18 yang digelar pada 12-13 September ini dipimpin oleh India sebagai pemegang keketuaan bergilir tahun ini. BRICS, yang awalnya dibentuk pada 2006 oleh Brasil, Rusia, India, dan China, telah berkembang menjadi kekuatan ekonomi global yang signifikan.

Setelah Afrika Selatan bergabung pada 2011, organisasi antarpemerintah ini terus memperluas keanggotaannya dengan bergabungnya sejumlah negara baru sejak awal 2024. Fokus utama blok ini tetap pada penguatan kerja sama ekonomi dan penyuarakan kepentingan negara-negara berkembang di panggung internasional. (Ant/Sputnik/H-3)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |