Tim dosen UPN “Veteran” Jawa Timur menunjukkan jagung hasil pipilan dengan alat energi tenaga surya.(Dok.Istimewa)
UPAYA meningkatkan kesejahteraan petani tidak selalu harus dimulai dari teknologi yang rumit. Melalui penerapan teknologi tepat guna, tim dosen Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur menghadirkan solusi sederhana namun berdampak nyata bagi kelompok tani di Dusun Cabean, Desa Mulyorejo, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan.
Program pengabdian kepada masyarakat tersebut mengusung tema “Teknologi Pascapanen Jagung Terintegrasi untuk Peningkatan Mutu dan Ketahanan Pangan Desa”. Kegiatan difokuskan pada penyelesaian persoalan yang selama ini dihadapi petani, mulai dari proses pemipilan jagung yang masih bergantung pada jasa pihak lain hingga penjemuran yang belum mampu menjamin kualitas hasil panen.
Ketua tim pengabdian, Primasari Cahya Wardhani, menjelaskan bahwa sebagian besar petani masih mengandalkan mesin pemipil keliling sehingga harus mengeluarkan biaya tambahan dan menunggu jadwal layanan. Setelah jagung dipipil, proses pengeringan pun masih dilakukan secara konvensional di atas terpal atau halaman terbuka sehingga hasil panen rentan tercampur debu, kotoran, maupun hewan ternak.
“Permasalahan tersebut membuat kualitas jagung menjadi tidak seragam. Padahal kadar air sangat menentukan harga jual dan daya simpan hasil panen,” ujarnya.
MESIN PEMIPIL JAGUNG
Sebagai solusi, tim menghadirkan mesin pemipil jagung yang menggunakan sumber energi dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sehingga dapat beroperasi tanpa bergantung sepenuhnya pada jaringan listrik konvensional. Teknologi ini diharapkan mampu menekan biaya operasional sekaligus memperkenalkan pemanfaatan energi terbarukan di tingkat desa.
Selain itu, petani juga memperoleh rak pengering jagung pipil yang dirancang lebih higienis dan dilengkapi sensor kadar air pada beberapa titik. Sensor tersebut membantu petani memantau tingkat kekeringan jagung secara lebih mudah sehingga waktu penghentian proses penjemuran dapat ditentukan dengan lebih tepat.
Tidak hanya memberikan peralatan, tim juga menyelenggarakan penyuluhan mengenai penanganan pascapanen, pentingnya menjaga mutu hasil produksi, serta pengelolaan usaha tani melalui pencatatan hasil panen. Materi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kemampuan petani dalam mengelola produksi sekaligus memperkuat posisi tawar saat memasarkan hasil panennya.
Pada kesempatan yang sama dilakukan penyerahan aset program kepada Kelompok Tani Bintang Timur sebagai mitra pelaksana kegiatan. Penyerahan tersebut turut disaksikan Kepala Desa Mulyorejo sebagai bentuk dukungan pemerintah desa terhadap pemanfaatan teknologi di sektor pertanian.
Ketua Kelompok Tani Bintang Timur menyambut baik program tersebut. Menurutnya, kehadiran mesin pemipil dan teknologi pengering diharapkan dapat mempercepat proses pascapanen sekaligus menghasilkan jagung dengan kualitas yang lebih baik.
“Kami berharap teknologi ini dapat membantu petani bekerja lebih efisien, mengurangi biaya pascapanen, dan meningkatkan nilai jual jagung yang kami hasilkan,” ungkapnya.
DORONG KEMANDIRIAN
Melalui kegiatan ini, UPN “Veteran” Jawa Timur tidak hanya menghadirkan inovasi teknologi, tetapi juga mendorong tumbuhnya kemandirian masyarakat desa dalam mengelola hasil pertanian secara lebih modern, efisien, dan berkelanjutan.
Program ini merupakan bagian dari hibah Pengabdian kepada Masyarakat Skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat yang didanai oleh Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui platform BIMA.
Selain mendukung peningkatan produktivitas pertanian, kegiatan ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 2 (Tanpa Kelaparan) melalui penguatan ketahanan pangan, SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau) melalui pemanfaatan energi surya, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui peningkatan produktivitas petani, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui penerapan teknologi tepat guna, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan kelompok tani.(E-2)
















































