Lahan Sawah di 14 Desa di Kecamatan Cikalongkulon Cianjur Terancam Kekeringan

2 weeks ago 7
Lahan Sawah di 14 Desa di Kecamatan Cikalongkulon Cianjur Terancam Kekeringan Lahan sawah warga di Cianjur mengalami kekeringan.(Dok. MI)

LAHAN persawahan di 14 desa di Kecamatan Cikalongkulon Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, terancam kekeringan. Kondisi tersebut sudah dilaporkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Cianjur, Samudra Wira Purnama, mengaku sudah mendapat laporan dampak musim kemarau terhadap lahan persawahan yang terancam kekeringan di Kecamatan Cikalongkulon. Dia memastikan, BPBD sudah melakukan asesmen awal terhadap potensi risiko. 

"Dari Kecamatan Cikalongkulon dilaporkan terjadi kerentanan kekeringan di lahan sawah. Ada 14 desa yang terdampak," kata Samudra, Selasa (28/7). 

Dia menyebut, BPBD tak memiliki data luasan lahan yang terancam kekeringan itu. Berkaitan dengan hal itu, secara teknis datanya ada di Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP).

"Untuk data lahan yang terancam atau gagal panen itu ada di Dinas Pertanian," tuturnya.

Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Gubernur Jawa Barat tentang Siaga Darurat Kekeringan dan prediksi BMKG serta BNPB, puncak musim kemarau diperkirakan berlangsung sepanjang Agustus-September. Pada Oktober-November, mulai masa transisi memasuki musim hujan.

Samudra menyebutkan BPBD Kabupaten Cianjur telah menginstruksikan seluruh pihak kecamatan untuk memperketat pemetaan wilayah. Termasuk memasifkan edukasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

"Kami terus imbau masyarakat  agar tidak melakukan pembakaran lahan atau sampah sembarangan saat membuka lahan pertanian baru," pungkasnya. (H-3)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |