Ilustrasi(magnifik)
Jamur selama ini lebih sering dikenal sebagai bahan makanan yang mudah diolah menjadi berbagai hidangan. Namun, makanan yang kerap dijadikan lauk ini ternyata memiliki kandungan yang menarik perhatian karena berpotensi mendukung kesehatan otak dan suasana hati. Salah satunya adalah ergothioneine atau ergo, asam amino langka yang memiliki sifat antioksidan dan anti-inflamasi.
Ergothioneine Jadi Perhatian
Dilansir dari ANTARA, pakar nutrisi kesehatan otak Maggie Moon, M.S., RD, menjelaskan bahwa ergo termasuk nutrisi yang menawarkan manfaat khusus bagi otak. Para peneliti menduga senyawa tersebut dapat membantu melindungi sel otak dari stres oksidatif dan peradangan yang berkaitan dengan penurunan fungsi kognitif.
Hubungan tersebut juga terlihat dalam sejumlah penelitian yang membandingkan kadar ergo dengan kemampuan kognitif. Kadar ergo yang lebih rendah dalam darah dikaitkan dengan skor memori dan fungsi kognitif yang lebih buruk. Bahkan, orang dengan demensia tercatat memiliki kadar ergo lebih rendah dibandingkan orang yang sehat secara kognitif.
Dikaitkan dengan Fungsi Kognitif
Bukan hanya kandungan ergo yang menjadi perhatian. Sejumlah penelitian juga menemukan kaitan antara konsumsi jamur dan fungsi kognitif yang lebih baik.
Studi di Jepang, misalnya, menemukan perempuan yang mengonsumsi sedikitnya 15 gram jamur per hari memiliki risiko demensia lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsinya. Sementara itu, studi di Inggris yang berlangsung selama 18 tahun menemukan konsumen jamur secara rutin memiliki kinerja kognitif yang lebih baik dalam berbagai bidang.
Salah satu jenis yang juga banyak diteliti adalah lion's mane atau jamur surai singa. Pakar performa olahraga dan pengobatan integratif Sandra Carter, M.P.H., Ph.D., menjelaskan bahwa jamur tersebut mengandung erinacine dan hericenone yang dapat memengaruhi faktor pertumbuhan saraf atau NGF serta jalur neurotropik yang berperan dalam pertumbuhan dan pemeliharaan neuron.
Bukan Hanya Otak, Suasana Hati Juga
Manfaat yang dikaitkan dengan konsumsi jamur tidak berhenti pada fungsi kognitif. Analisis terhadap lebih dari 24.000 orang dewasa Amerika menemukan bahwa konsumen jamur memiliki kemungkinan mengalami depresi lebih rendah.
Meski begitu, bukti mengenai hubungan jamur dan suasana hati pada manusia masih beragam. Tinjauan terhadap 34 studi menunjukkan sebagian besar bukti masih terbatas pada jenis jamur tertentu, termasuk lion's mane.
Jamur juga mengandung vitamin B, sedangkan beberapa varietas yang terpapar sinar ultraviolet dapat mengandung vitamin D. Karena itu, jamur dapat menjadi salah satu pilihan dalam pola makan, meski manfaatnya tetap perlu dipahami berdasarkan bukti yang tersedia.
Sumber: ANTARA

















































