Kresensia Mobok Ndiken saat melempar lembing dalam ajang The ICTSI Philippine Athletics Championship 2026 di New Clark City Athletic Stadium, Capas, Tarlac, Filipina, Minggu (10/6/2026). Ia mencatatkan lemparan sejauh 44,72 meter untuk meraih medali perak.(Dok. PAC)
TANAH Papua kembali membuktikan diri sebagai rahim bagi atlet-atlet berbakat Indonesia. Kresensia Mobok Ndiken, atlet muda asal Bumi Cenderawasih, sukses menorehkan sejarah di kancah internasional dengan menyabet medali perak (Silver Medal) nomor U-20 Javelin Throw pada Philippine Athletics Championship 2026, 10 Juni lalu.
Kresensia mencatatkan lemparan sejauh 44,72 meter, sebuah pencapaian yang tidak hanya membawanya ke podium, tetapi juga memecahkan rekor nasional U-20 yang telah bertahan selama 17 tahun.
Keberhasilan atlet kelahiran 19 April 2007 ini tidak lepas dari darah atlet yang mengalir di tubuhnya. Ia merupakan putri dari legenda atletik Indonesia, Timotius Sokai Ndiken.
“Saya termotivasi Bapak saya. Saya memilih javelin throw,” ujar Kresensia, mengenang sosok ayahnya yang enam kali tampil di ajang SEA Games termasuk di Singapura pada 1993.
Titik balik karier Kresensia terjadi pada Oktober 2025 saat ia bergabung dengan Papua Athletics Center (PAC). Di bawah bimbingan mantan atlet lempar lembing nasional Agustinus Mahuze di Mimika Sports Complex, Kresensia mendapatkan pelatihan teknis dan mental yang lebih terstruktur dibandingkan saat ia masih dilatih oleh guru sekolahnya, Artha Waum.
Bagi Kresensia, setiap lemparan lembing yang ia lepaskan adalah representasi dari harapan besar anak-anak Papua. Ia ingin terus membuktikan bahwa mimpi bisa tumbuh subur dari tanah Papua dan terbang jauh melampaui batas-batas geografis melalui prestasi olahraga.
Kisah inspiratif lainnya datang dari atlet lompat jauh putri Visensia Awutet Amjaram. Peraih medali emas pada ajang 86th Singapore Open Track and Field Championships 2026 ini meyakini pola pembinaan yang terstruktur akan mampu mengangkat potensi lokal ke panggung dunia.
"Kami dibentuk tidak hanya untuk siap bertanding. Kami siap menjadi inspirasi bagi generasi penerus Papua selanjutnya," cetus Visensia yang merupakan lulusan terbaik program Magister Pendidikan Olahraga Universitas Cenderawasih Papua Tahun 2026.
Kontribusi Sosial dan Keberlanjutan
Pengamat Ekonomi Energi UGM, Fahmy Radhi, menilai langkah PT Freeport Indonesia membangun PAC sebagai bentuk akselerasi program Corporate Social Responsibility (CSR) yang tepat sasaran. Menurutnya, pengembangan SDM melalui pusat olahraga memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat sekitar tambang.
“Keberhasilan PAC harus diukur dari kemampuannya melahirkan atlet berprestasi di tingkat nasional hingga internasional. Selanjutnya adalah adanya kontinuitas, jangan hanya didirikan sebentar kemudian berhenti,” tegasnya saat dihubungi Media Indonesia, Senin (14/9/2026).
Senada dengan hal tersebut, Ketua Indonesian Mining & Energy Forum (IMEF), Singgih Widagdo, menambahkan bahwa manfaat tambang harus dirasakan langsung oleh rakyat. PAC menjadi salah satu instrumen agar kekayaan alam dari perut bumi bertransformasi menjadi prestasi manusia.
Singgih juga mendorong PT Freeport Indonesia dan MIND ID untuk terus mengembangkan program kontribusi sosial yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di sekitar wilayah tambang.
Harumkan nama Indonesia
Sementara itu, pengamat olahraga Akmal Marhali menilai PT Freeport Indonesia, yang merupakan bagian dari MIND ID, telah memberikan kontribusi terhadap perkembangan olahraga Indonesia, baik di Papua maupun di tingkat nasional.
Ia berharap kontribusi tersebut dapat memberikan dampak positif bagi kemajuan olahraga nasional sekaligus menginspirasi perusahaan lain, baik swasta maupun BUMN, untuk mengambil peran serupa. Akmal pun mendorong Kresensia tetap tekun berlatih bersama PAC.
"Sumbangsih Freeport itu terlihat dari prestasi yang diukir oleh Kresensia Mobok Ndiken, atlet binaan Papua Athletics Center, yang memecahkan rekor lempar lembing. Dia merupakan salah satu aset bangsa yang diharapkan bisa semakin mengharumkan nama Indonesia," ujar Akmal.
Ketua Umum PB PASI Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan keberhasilan Kresensia menjadi bukti bahwa potensi atletik Papua dapat berkembang melalui pembinaan yang terstruktur. Luhut juga menyoroti pentingnya menjaga warisan prestasi atlet dari Indonesia Timur.
"Ini membuktikan bakat alam Papua mampu melompat jauh jika dibina secara terstruktur," kata Luhut dalam keterangan tertulis di Jakarta, baru-baru ini.
Memperluas akses pembinaan
Papua Athletics Center merupakan pusat pelatihan atletik desentralisasi di Mimika hasil kolaborasi PB PASI dan PT Freeport Indonesia. Program tersebut dibentuk untuk mengembangkan potensi atletik nasional sekaligus memperluas akses pembinaan bagi atlet-atlet daerah.
Direktur dan EVP Sustainable Development PT Freeport Indonesia Claus Wamafma mengapresiasi semangat para atlet muda PAC. Ia menilai proses pembinaan di PAC mulai memberikan dampak terhadap perkembangan teknik dan mental bertanding atlet.
"PT Freeport Indonesia terus berkomitmen mendukung olahraga sebagai jalan membangun masa depan yang lebih cerah bagi putra-putri Papua. Dengan fasilitas yang ada, mereka memiliki ruang untuk tumbuh, berprestasi, dan meraih mimpi lebih besar," katanya dalam keterangan.
Kepala Departemen Komunikasi Korporat MIND ID Pratiwa Dyatmika menambahkan, kekayaan alam Indonesia sudah seharusnya dirasakan langsung oleh masyarakat yang bertempat tinggal di sekitar wilayah tambang.
"Kekayaan alam Indonesia harus bisa dikelola untuk kemakmuran rakyat secara berkelanjutan. Di Papua kita ada PAC yang diinisiasi oleh Freeport," tegas dia dalam Sosialisasi MediaMIND 2026 yang digelar di Kampus UI Depok oleh ANTAM dan MIND ID, Jumat (11/9/2026).
Selain berkontribusi besar melalui penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dan dividen hingga mencapai triliunan rupiah, MIND ID juga menyerap puluhan tenaga kerja. "Kami pun melaksanakan berbagai program sosial bagi masyarakat di bidang ekonomi, kesehatan, pendidikan, dan lingkungan," tandas Pratiwa. (I-1)

















































