Microsoft Peringatkan Modus Baru Peretasan Lewat Wi-Fi Publik di Hotel

5 days ago 2
Microsoft Peringatkan Modus Baru Peretasan Lewat Wi-Fi Publik di Hotel Ilustrasi(magnifik)

MICROSOFT mengeluarkan peringatan mengenai munculnya modus serangan siber baru yang menargetkan pengguna jaringan Wi-Fi publik di hotel, pusat konferensi, hingga tempat umum lainnya.

Dalam laporan terbaru, perusahaan mengungkap bahwa pelaku berhasil mengambil alih sistem captive portal, yakni halaman login yang biasanya muncul sebelum pengguna dapat mengakses internet. Teknik tersebut dimanfaatkan untuk mencuri kredensial akun hingga menyebarkan malware ke perangkat korban. 

Menurut Microsoft, serangan ini dikaitkan dengan kelompok ancaman siber APT29 atau Midnight Blizzard, yang selama ini dikenal sebagai kelompok peretas yang berafiliasi dengan badan intelijen luar negeri Rusia. Alih-alih membuat jaringan Wi-Fi palsu, pelaku justru menyusupi perangkat pengelola jaringan hotel sehingga halaman login yang tampil kepada pengguna tampak benar-benar asli.

Saat korban mencoba terhubung ke Wi-Fi hotel, mereka dapat diarahkan ke halaman login palsu yang menyerupai layanan Microsoft 365 atau halaman autentikasi perangkat. Dalam skenario lain, korban bahkan disuguhi pemberitahuan pembaruan sistem operasi atau browser yang tampak meyakinkan. Ketika file tersebut diunduh dan dijalankan, perangkat akan terinfeksi malware tanpa disadari.

Microsoft mengidentifikasi dua malware utama yang digunakan dalam kampanye ini, yaitu CornFlake dan CocoShell.

CornFlake merupakan malware pencuri informasi (infostealer) yang mampu merekam penekanan tombol keyboard, mengambil tangkapan layar, mengakses mikrofon dan kamera, hingga mencuri data peramban dan file penting. Sementara itu, CocoShell dirancang untuk mengambil cookie browser, kata sandi yang tersimpan, token Microsoft 365 dan Azure, serta kredensial jaringan Wi-Fi.

Perusahaan menilai metode ini sangat berbahaya karena memanfaatkan rasa percaya pengguna terhadap jaringan Wi-Fi resmi di hotel atau pusat konferensi. Berbeda dengan serangan phishing konvensional yang biasanya menggunakan jaringan palsu, teknik ini menyerang infrastruktur jaringan yang sah sehingga korban lebih sulit mengenali adanya ancaman.

Untuk mengurangi risiko, Microsoft menyarankan pengguna menghindari mengunduh pembaruan perangkat lunak yang muncul setelah terhubung ke Wi-Fi publik. Pengguna juga dianjurkan menggunakan virtual private network (VPN) saat mengakses jaringan umum, mengaktifkan autentikasi multifaktor (MFA), serta memastikan pembaruan sistem operasi dilakukan melalui kanal resmi produsen perangkat, bukan melalui halaman yang muncul saat login Wi-Fi.

Selain itu, apabila memungkinkan, pengguna disarankan memanfaatkan jaringan data seluler pribadi untuk mengakses layanan yang berisi informasi sensitif seperti internet banking, email kantor, atau akun pekerjaan. Langkah sederhana tersebut dapat membantu mengurangi risiko pencurian data ketika berada di tempat umum.

Microsoft menegaskan bahwa meningkatnya aktivitas perjalanan membuat jaringan Wi-Fi publik menjadi sasaran empuk bagi pelaku kejahatan siber. Oleh karena itu, kewaspadaan pengguna tetap menjadi lapisan perlindungan pertama agar informasi pribadi dan akun digital tidak jatuh ke tangan pihak yang tidak bertanggung jawab.

Sumber: Microsoft Security

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |