Musik Taylor Swift Diam-diam Dihapus dari Akun Tim Donald Trump

4 hours ago 3
Musik Taylor Swift Diam-diam Dihapus dari Akun Tim Donald Trump Lagu-lagu milik Taylor Swift hingga Sabrina Carpenter mendadak hilang dari akun media sosial Gedung Putih dan kampanye Donald Trump. Cek selengkapnya!(AFP)

PENGGUNAAN musik tanpa izin oleh tim media sosial Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali memicu kontroversi. Terbaru, lagu-lagu milik megabintang Taylor Swift secara diam-diam menghilang dari unggahan akun TikTok Gedung Putih dan tim kampanye "Team Trump".

Salah satu unggahan yang menampilkan kembang api dengan latar lagu August milik Swift mendadak diganti dengan lagu bernuansa country berisikan lirik pujian untuk Trump. Pada unggahan lain yang menggunakan lagu Father Figure, kini hanya muncul keterangan "This sound isn't available". Pihak Swift sendiri memilih tidak merilis pernyataan publik terkait penghapusan audio tersebut.

Sikap tenang Swift berbanding terbalik dengan sejumlah musisi dunia lainnya yang melayangkan protes keras secara terbuka. Katy Perry mengaku "sangat terkejut" saat lagunya Firework digunakan sebagai musik latar video serangan militer. Nada serupa juga dilontarkan Sabrina Carpenter yang menyebut penggunaan lagu Juno untuk video penangkapan imigran sebagai aksi yang "jahat dan menjijikkan".

Musisi lain seperti Olivia Rodrigo dan Noah Kahan turut mengecam tindakan tim Trump. Rodrigo bahkan menuliskan respons menohok pada unggahan yang memakai lagunya All-American Bitch.

"Jangan pernah menggunakan lagu-lagu saya untuk mempromosikan propaganda rasis dan penuh kebencian Anda," tegas Olivia Rodrigo dalam balasan yang kini telah dihapus.

Fenomena penghapusan musik dari akun pemerintah ini juga menimpa karya milik Bad Bunny dan Jack White. Namun, strategi mengunggah konten dengan lagu-lagu populer dari artis yang memiliki basis penggemar besar dinilai tetap menjadi taktik tim media sosial Trump untuk mendongkrak keterlibatan (engagement) publik.

Seorang pejabat Gedung Putih mengungkapkan bahwa pada periode kedua kepemimpinannya, tim media sosial Trump sengaja dibuat lebih lincah dan minim birokrasi agar dapat berkomunikasi dengan gaya yang lebih dekat dengan masyarakat.

"Tanggung jawab pemerintah adalah menemui masyarakat di mana pun mereka berada, hadir di sebanyak mungkin tempat, dan berkomunikasi dalam bahasa yang dipahami masyarakat," ujar pejabat Gedung Putih tersebut.

Izin penggunaan musik pada akun resmi media sosial maupun kampanye publik pada dasarnya membutuhkan lisensi resmi. Meski demikian, belum ada konfirmasi resmi dari Gedung Putih terkait adanya potensi tuntutan hukum dari pihak Taylor Swift maupun artis-artis lainnya. (CNN/Z-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |