Terjebak 30 Jam, Wanita Korban Gempa Kolombia Selamat

3 hours ago 2
Terjebak 30 Jam, Wanita Korban Gempa Kolombia Selamat Gempa M 7,4 melanda Kolombia(AFP)

TIM penyelamat di Kota Cali, Kolombia, berhasil mengevakuasi seorang wanita bernama Diana yang terjebak selama kurun waktu 30 jam di bawah reruntuhan bangunan akibat gempa bumi kuat yang mengguncang negara tersebut.

Wali Kota Cali, Alejandro Eder, mengonfirmasi keberhasilan proses evakuasi berisiko tinggi tersebut pada Selasa (11/8).

"Bersyukur, berkat seluruh tim penyelamat dan relawan, Diana berhasil diselamatkan!" ujar Eder melalui unggahan di platform X.

Tim penyelamat asal Bogota menemukan lokasi Diana dan berhasil mengeluarkannya dari puing-puing bangunan pada Selasa siang. Berdasarkan laporan media lokal, korban dalam kondisi sadar dan berstatus stabil saat diangkat oleh tim medis.

Data terbaru dari Otoritas Kota Cali mencatat sedikitnya 96 orang tewas dan 949 lainnya mengalami luka-luka akibat bencana ini. Selain menimbulkan korban jiwa, guncangan gempa menghancurkan 45 bangunan secara total maupun sebagian, serta merusak 93 pemukiman warga.

Hingga saat ini, sebanyak 239 orang dilaporkan masih terjebak di balik reruntuhan bangunan, sementara 86 korban lainnya telah berhasil diselamatkan oleh tim gabungan.

Bencana mematikan ini dipicu oleh gempa berkekuatan magnitudo 7,4 yang mengguncang Kolombia pada Senin pagi. Pusat gempa terdeteksi di dekat wilayah San Jose del Palmar, Departemen Choco. Kuatnya getaran juga dirasakan di sebagian besar wilayah Kolombia hingga ke negara-negara tetangga.

Menanggapi besarnya skala kerusakan, Pemerintah Kolombia menetapkan status bencana nasional.

Presiden Kolombia, Abelardo de la Espriella, telah menginstruksikan jajaran kementerian dan pimpinan militer untuk memastikan pengerahan serta pendistribusian seluruh sumber daya darurat ke wilayah-wilayah terdampak.

Saat ini, payung hukum terkait penetapan status bencana nasional sedang difinalisasi oleh pemerintah pusat. Di saat yang sama, otoritas setempat masih menantikan kedatangan gelombang pertama tim penyelamat di kawasan-kawasan dengan tingkat kerusakan terparah. (Ant/Sputnik/RIA Novosti/P-4)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |