Petani di Kampung Babakan Cianjur, Desa Gadobangkong, Kecamatan Ngamprah, KBB, Jawa Barat kehilangan padi yang sedang dijemur.
REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Nasib apes dialami sejumlah petani di Kampung Babakan Cianjur, Desa Gadobangkong, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat. Padi mereka yang sudah dipanen raib digondol maling.
Insiden pencurian gabah kering itu baru diketahui petani pada Ahad (26/4/2026) pagi. Mereka kaget padi yang dikemas dalam karung itu tiba-tiba sudah tidak ada di sawah. Para petani pun mengalami kerugian jutaan rupiah akibat kejadian tersebut.
"Hari Sabtu itu (25/4/2026) masih ada. Pas Minggu pagi dilihat udah enggak ada. Jadi kemingkinan kejadiannya itu malam atau dini hari," tutur Oka Sukmana (63 tahun), salah seorang petani kepada wartawan, Senin (27/4/2026).
Ia bersama istrinya menggarap lahan sawah sekitar 700 meter persegi. Dari total lahan yang ditanami padi sekitar empat bulan lalu Oka mendapatkan sekitar tujuh karung padi. Kemudian padi yang sudah dipanen tersebut seperti biasanya dijemur di sawah sebelum nantinya digiling menjadi beras.
"Memang biasanya saya sama petani lainnya biasa jemur padi itu di sawah dan kemarin itu saya jemur 7 karung. Dan biasanya juga disimpen di sawah aman-aman aja," ujar Oka.
Namun sialnya padi yang sudah dikeringkan dan siap digiling itu malah digondol maling. Selain tidak mendapatkan beras untuk bekal, di musim panen kali ini Oka harus mengalami kerugian yang cukup besar karena modal bertani di lahan yang digarapnya itu mencapai Rp8 juta.
"Kemarin itu modal Rp 8 juta, Rp 5 juta itu minjem dari pemilik sawah sisanya dari anak. Hasilnya biasanya dibagi sama pemilik dan cukup buat kebutuhan semusim tanam, tapi karena sekarang enggak ada hasilnya karena maling ya rugi," ungkap dia.
Hal serupa diceritakan Amat (73), petani lainnya yang harus kehilangan 5 karung padi yang baru selesai dikeringkan. Ia pun kehilangan bekal 2 kuintal padi untuk modalnya menyambung kebutuhan hidup.
"Padinya kan lagi dijemur yang saya 5 karung kaya biasa, disimpan di awah deket ke rumah. Pas pagi-pagi dicek udah enggak ada hilang semua," kata Amat.
Untuk menghasilkan padi 5 karung dengan berat diperkirakan 2 kuintal itu, Amat mengeluarkan modal sekitar Rp 1 juta yang biasanya menghasilkan 1 kuintal beras. Sebab padinya ilang, ia pun gagal mendapatkan bekal untuk memenuhi kebutuhan pangan dasarnya di musim tanam kali ini.
"Kejadiannya baru sekarang makanya saya rasa aman aja kalau disimpan di sawah. Jadi sekarang enggak ada dapat beras dan harus modal lagi buat nanam. Saya enggak lapor polisi," kata Amat.

2 hours ago
2
















































