Netanyahu Ancam Iran, Israel Siap Bertindak Sendiri!

6 days ago 2
Netanyahu Ancam Iran, Israel Siap Bertindak Sendiri! Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan negaranya siap mengambil langkah militer terhadap Iran demi mencegah pengembangan senjata nuklir.(AFP)

PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengisyaratkan negaranya dapat mengambil langkah militer secara sepihak terhadap Iran. Meski Amerika Serikat (AS) masih berupaya menyelesaikan konflik melalui jalur diplomatik.

Pernyataan itu disampaikan ketika Washington terus mendorong tercapainya kesepakatan dengan Teheran untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung sejak Februari lalu. Namun, pemerintah Israel tetap memandang Iran sebagai ancaman keamanan terbesar dan menilai pendekatan diplomatik belum mampu menghilangkan risiko tersebut.

Netanyahu mengatakan pernyataannya didasarkan pada komentar Komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Ahmad Vahidi, yang menurutnya menegaskan Iran tetap bertekad melanjutkan program pengembangan senjata nuklir.

"Kami mendengar hari ini komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, Ahmad Vahidi, menyatakan bahwa Iran berniat untuk terus mengembangkan senjata nuklir," kata Netanyahu dilansir Anadolu, Kamis (6/8).

Ia menegaskan pemerintahannya akan mengambil segala langkah yang diperlukan untuk mencegah Iran memiliki senjata nuklir. "Sebagai perdana menteri Israel, saya bertekad mencegah Iran memperoleh senjata nuklir," tambahnya.

Netanyahu juga menyebut Amerika Serikat sebagai sekutu terbesar Israel dan menegaskan dirinya tetap bertekad melakukan apa pun yang diperlukan untuk memastikan keamanan negaranya.

Di sisi lain, upaya diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran terus berlangsung. 

Pada Selasa (4/8), Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed Al-Ansari, menyatakan proses mediasi telah memasuki tahap lanjutan, dengan kedua pihak mulai saling bertukar rancangan proposal.

Dalam konferensi pers rutin kementerian, Al-Ansari mengatakan seluruh pihak masih berupaya mencari penyelesaian melalui jalur diplomasi guna meredakan konflik.

Menurut otoritas Iran, perang yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel sejak Februari telah menewaskan lebih dari 3.000 orang.

Sebagai respons atas serangan tersebut, Iran beberapa kali melancarkan serangan balasan yang menyasar fasilitas serta aset militer Amerika Serikat di sejumlah negara kawasan Timur Tengah.

Pada Juni lalu, Qatar bersama Pakistan bergabung sebagai mediator dalam pembicaraan antara Washington dan Teheran. 

Upaya tersebut menghasilkan penandatanganan nota kesepahaman pada 18 Juni dan membuka jalan bagi perundingan menuju kesepakatan akhir.

Namun, proses negosiasi sempat terhenti akibat perbedaan pandangan mengenai pengaturan keamanan maritim dan kebebasan navigasi di Selat Hormuz.

Ketegangan kembali meningkat pada periode 8 hingga 24 Juli ketika Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran.

Sebagai balasan, Teheran mengeklaim menargetkan fasilitas serta perlengkapan militer Amerika Serikat yang berada di sejumlah negara Arab, terutama di Yordania, Bahrain, dan Kuwait. (Z-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |