(MI/Rudi)
BALAI Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau melakukan penanganan intensif terkait interaksi negatif harimau sumatra di Kampung Teluk Lanus, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Riau, Selasa (28/7).
Kepala BBKSDA Riau, Supartono, menyatakan bahwa tim penanganan diterjunkan ke lokasi untuk melakukan serangkaian tindakan mitigasi. Upaya ini diawali dengan koordinasi bersama Camat Sungai Apit guna memastikan kelancaran operasional di lapangan.
"Tim BBKSDA Riau berkoordinasi dengan Camat Sungai Apit dan difasilitasi transportasi pompong milik Pemerintah Kabupaten Siak dengan waktu tempuh sekitar 5 jam dari Tanjung Pal menuju Teluk Lanus," ujar Supartono, Selasa (28/7).
Berdasarkan hasil identifikasi awal, lokasi kejadian berada pada Areal Penggunaan Lain (APL). Namun, wilayah tersebut berdekatan dengan habitat asli satwa dilindungi tersebut. "Kawasan konservasi terdekat dengan lokasi kejadian adalah Suaka Margasatwa Tasik Belat yang berjarak sekitar 6 kilometer," jelasnya.
Pemasangan Camera Trap dan Pantauan Udara
Sebagai langkah tindak lanjut untuk memantau pergerakan satwa, tim BBKSDA Riau memasang dua camera trap di titik-titik strategis sekitar lokasi kejadian. Selain pemantauan darat, petugas juga menggunakan teknologi drone untuk memantau keberadaan harimau sumatra serta melihat kondisi tutupan lahan dari udara.
Meskipun upaya pencarian telah dilakukan secara maksimal, Supartono mengakui bahwa hingga saat ini tim belum menemukan tanda-tanda fisik keberadaan harimau tersebut di lokasi permukiman. Namun, hasil pantauan udara menunjukkan bahwa kawasan tersebut masih memiliki tutupan hutan yang cukup baik.
BBKSDA Riau berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan dan pendalaman informasi di lapangan guna mencegah konflik lebih lanjut antara manusia dan satwa liar. "Kami akan terus berkoordinasi dengan para pihak terkait guna menentukan langkah penanganan selanjutnya," pungkas Supartono. (I-2)
















































