Para Siswa di Singkawang Diminta Menggunakan Masker di Luar Ruangan

2 hours ago 6
Para Siswa di Singkawang Diminta Menggunakan Masker di Luar Ruangan Sejumlah pengendara motor melintas di dekat Masjid Raya di Kota Singkawang, Kalimantan Barat. Dinas Pendidikan Kota Singkawang mengimbau anak sekolah menggunakan masker akibat asap karhutla(ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang/wsj.)

PARA siswa di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, diminta Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Singkawang menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan akibat kualitas udara yang menurun dampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Permintaan menggunakan masker ini dalam rangka memberikan rasa aman dan menjaga kesehatan seluruh warga sekolah," ujar Kepala Dinas Dikbud Kota Singkawang Asmadi di Singkawang, Kamis (20/8).

Ia mengatakan, penggunaan masker guna mencegah anak sekolah mengalami gangguan pernafasan dari paparan asap dan partikel debu di udara.

Berdasarkan pemantauan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Singkawang,  ujar Asmadi, kualitas udara di wilayah tersebut masih berada pada kategori sedang. Namun, kewaspadaan perlu ditingkatkan karena kondisi dapat berubah seiring perkembangan karhutla dan arah angin.

Oleh karena itu, ia mengatakan penggunaan maskersalah satu langkah sederhanamengurangi risiko paparan partikel dari asap dan debu, terutama bagi anak usia sekolah yang perlu mendapat perlindungan selama beraktivitas.

Asmadi meminta pihak sekolah, guru, dan orang tua turut mengingatkan siswa untuk membawa dan menggunakan masker ketika berangkat dan pulang sekolah atau melakukan kegiatan luar ruangan.

"Kita ingin anak-anak tetap sehat dan nyaman, kesehatan mereka tetap terjaga," kata dia.

Dinas Dikbud Singkawang terus berkoordinasi dengan DLH, Dinas Kesehatan, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk memantau perkembangan kualitas udara.

Ia memastikan kegiatan belajar mengajar di sekolah masih dilaksanakan secara tatap muka. Dinas Dikbud belum mengambil kebijakan meliburkan siswa karena kondisi udara di Singkawang belum berada pada tingkat yang mengharuskan penghentian pembelajaran tatap muka.

"Kita tetap tatap muka. Tapi kita juga terus memantau. Jika nanti ada perkembangan, tentu akan kita evaluasi," tukas dia. (Ant/H-4)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |