(MI)
ANCAMAN siber saat ini berkembang jauh lebih kompleks seiring masifnya adopsi teknologi berbasis AI. Kolaborasi antara pemerintah, industri, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci untuk membangun ekosistem keamanan siber nasional yang tangguh dan tepercaya.
Itu ditegaskan Deputy for Government Cyber Security & Crypto & Human Resource Development, National Cyber and Crypto Agency (BSSN RI), Sulistyo. "Kami menyambut baik inisiatif National Cybersecurity Connect sebagai wadah strategis untuk memperkuat sinergi tersebut," ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (6/8).
Keamanan siber merupakan fondasi penting bagi keberlangsungan ekonomi kreatif digital Indonesia. Melalui National Cybersecurity Connect (NCC) 2026, Staf Khusus Menteri Ekonomi Kreatif untuk Bidang Isu Strategis dan Antar Lembaga, Rian Firmansyah, berharap tercipta kolaborasi yang lebih erat antara pelaku ekonomi kreatif, industri teknologi, dan pemangku kepentingan lain dalam membangun ekosistem digital yang aman dan berdaya saing.
"NCC 2026 adalah wujud komitmen kami untuk terus menjadi jembatan kolaborasi antara pemerintah, industri, dan komunitas keamanan siber di Indonesia. Memasuki edisi ke-5, kami ingin NCC tidak hanya menjadi ajang berbagi wawasan, tetapi juga platform bisnis yang menghasilkan kolaborasi nyata bagi penguatan ketahanan siber nasional," imbuh Aditya Adiguna, President Director Naganaya Indonesia.
PT Naganaya Indonesia Internasional bersama Asosiasi Pengusaha Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (Aptiknas) menggelar Soft Launching NCC 2026 di Jakarta. Acara ini menjadi penanda dimulainya rangkaian menuju penyelenggaraan NCC 2026, konferensi keamanan siber tahunan yang tahun ini memasuki edisi ke-5, yang akan berlangsung pada 28-29 Oktober 2026 di Jakarta. (I-2)
















































