Petugas BPBD bersama warga mengisi air ke dalam toren saat distribusi air bersih di Kampung Koceak, Keranggan, Tangerang Selatan, Banten, Senin (13/7/2026)(ANTARA/PUTRA M. AKBAR)
Pemerintah Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, melalui perusahaan daerah air minum setempat, menyiagakan tiga unit mobil tangki untuk memasok kebutuhan air bersih bagi masyarakat. Langkah ini diambil sebagai bentuk mitigasi menghadapi musim kemarau yang diprediksi berlangsung lebih lama tahun ini.
Kepala Bagian Teknik Perumda Air Minum Tirta Bangka, S. Kristryandi, menyatakan bahwa armada tersebut saat ini dalam kondisi siap pakai (standby) untuk menyalurkan bantuan air kapan saja dibutuhkan.
"Kami telah menyiapkan tiga unit mobil tangki yang sewaktu-waktu digunakan untuk memasok air bersih di masyarakat," ujar Kristryandi di Sungailiat, Selasa (21/7/2026).
Setiap unit mobil tangki memiliki kapasitas angkut sebesar empat ton air. Selain menyasar pemukiman warga, pasokan air bersih ini juga diprioritaskan untuk fasilitas publik guna memastikan pelayanan masyarakat tidak terganggu selama musim kering.
"Selain disiapkan untuk memasok kebutuhan air bersih di masyarakat, mobil tangki itu juga akan memasok kebutuhan air bersih di fasilitas umum seperti di rumah sakit umum, sekolah, dan fasilitas umum yang lain," jelasnya.
Jaminan Pasokan untuk Pelanggan
Meskipun ancaman kemarau meningkat, Kristryandi menjamin ketersediaan air bagi 15 ribu pelanggan Perumda Tirta Bangka yang tersebar di berbagai kecamatan masih dalam kategori aman. Hal ini didukung oleh ketersediaan sumber air baku yang masih mencukupi untuk didistribusikan melalui jaringan pipa reguler.
"Kebutuhan air untuk pelanggan masih mencukupi karena kami memiliki beberapa titik sumber air baku yang disalurkan ke pelanggan," tambahnya.
Dukungan Penanganan Kebakaran Hutan
Selain fokus pada kebutuhan konsumsi masyarakat, Perumda Tirta Bangka juga menyiapkan satu unit mobil tangki khusus untuk mendukung tim pemadam kebakaran (Damkar). Langkah kolaboratif ini bertujuan mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kerap terjadi saat kemarau.
"Jika tim pemadam kebakaran mengalami kekurangan air saat pemadaman api, kami siap membantu menyuplai air," tegas Kristryandi.
Sementara itu, Kepala Seksi Penanggulangan Kebakaran Satpol PP Kabupaten Bangka, Zalfika Ammya, mengungkapkan bahwa intensitas kebakaran lahan di wilayahnya mulai meningkat. Pihaknya memberikan perhatian serius karena aduan dari masyarakat terkait karhutla diterima hampir setiap hari.
"Penanganan kebakaran di musim kemarau seperti sekarang menjadi perhatian serius bagi tim Damkar karena kebakaran hutan dan lahan hampir setiap hari terjadi," pungkas Zalfika. (H-2)


















































